Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Jembrana, Bali, meningkat sepanjang tahun 2025. Meski begitu, angka fatalitas atau korban tewas akibat laka lantas justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengungkapkan terdapat 494 kasus laka lantas sepanjang tahun 2025. Angka ini naik tipis jika dibandingkan dengan catatan tahun sebelumnya yang berjumlah 488 kasus.
“Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia sebanyak 48 orang, korban luka ringan 662 orang, serta kasus tabrak lari sebanyak 31 kejadian,” ungkap Citra saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres Jembrana, Rabu (31/12/2025).
Meskipun jumlah kejadian meningkat, Citra berujar, upaya penanganan di lapangan berhasil menekan angka kematian akibat laka lantas. Ia menyebut penurunan korban jiwa ini mencapai lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2024, korban meninggal dunia akibat laka lantas tercatat sebanyak 72 orang, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 48 orang,” imbuhnya.
Selain itu, Polres Jembrana juga mencatat sebanyak 7.333 pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2025. Namun, dari jumlah tersebut, baru 663 pelanggaran yang terkonfirmasi.
“Ini menjadi tugas kami untuk terus meningkatkan sosialisasi agar masyarakat semakin tertib berlalu lintas,” tegas Citra.
Ia mengimbau masyarakat Jembrana maupun pengguna jalan agar selalu memperhatikan keselamatan. “Jika memerlukan informasi atau terjadi peristiwa yang tidak di inginkan, segera melaporkan ke kantor polisi terdekat atau menghubungi hotline di 110,” pungkasnya.






