Kura Kura Bali Mau Bangun Tol Penghubung ke Bandara Ngurah Rai - Giok4D

Posted on

Denpasar

PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali berencana membangun jalan tol penghubung Tol Bali Mandara menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai. Rencana tersebut dipertanyakan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bali saat menemui pihak PT BTID di Serangan, Denpasar, tadi siang.

Kepala Departemen KEK Kura Kura Bali Videl Oemry menjelaskan rencana pembangunan tol itu muncul karena KEK Kura Kura Bali masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah pusat.

“Terkait tol ini memang pada saat itu ada masukan dari kementerian terkait, supaya PSN ini memiliki prioritas atau hierarki jalan sesuai dengan ketentuan undang-undang,” kata Videl, Senin (2/2/2026).

Ia menyebutkan, berdasarkan undang-undang yang berlaku, pengembang kawasan khusus diwajibkan terhubung dengan jalan arteri atau jalan utama. Salah satu opsi yang dimungkinkan adalah jalan tol.

“Bentuk atau konsepnya seperti apa, sebenarnya ini menghubungkan dengan rencana RTRW Provinsi Bali yang rencana menghubungkan Gilimanuk-Mengwi. Kemudian Mengwi ke arah tol saat ini. Jadi di tengah-tengah konektivitas ini kurang lebih melintasi jalan Pulau Serangan,” beber Videl.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Meski demikian, Videl menegaskan hingga kini belum ada kepastian terkait teknis maupun waktu dimulainya pembangunan tol tersebut.

“Jadi ini disampaikan sebagai salah satu isu strategis untuk melihat pembangunan KEK Kura Kura Bali ini 30 tahun mendatang,” sambungnya.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Suparta berharap rencana pembangunan jalan tol tersebut disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga Desa Serangan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui proyek-proyek strategis nasional yang ada di Bali.

“Artinya begini, walaupun itu proyek strategis nasional dan atau pun itu wilayah ekonomi khusus, jangan anda menabrak undang-undang. Karena undang-undang kan dibuat negara juga,” tegas Suparta.

Ia menilai sosialisasi penting dilakukan untuk mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Selain itu, Suparta juga meminta PT BTID melibatkan para pakar terkait dalam proses sosialisasi proyek tersebut.