Kronologi WN Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo

Posted on

Manggarai Barat

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Polisi mengungkap kronologi warga negara (WN) Kanada ditemukan tewas dengan leher terjerat tali di salah satu kamar Hotel Greenhill Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria berinisial ML (61) itu diduga mantan anggota militer di negaranya.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan ML terakhir kali terlihat di area resto hotel pada malam sebelum ditemukan tewas. Menurutnya, petugas keamanan hotel berinisial VAT sempat berpapasan dengan ML pada Kamis (12/2/2026) malam.

“Sekitar jam 11 malam, (saksi) berpapasan dengan korban di area resto,” ungkap Lufthi, Sabtu (14/2/2026).

Lufthi mengatakan saat berpapasan itu, VAT melihat ML membawa kantong plastik putih berisi snack. Namun, tak ada komunikasi di antara mereka.

Keesokan harinya atau pada Jumat (13/2) sekitar pukul 09.15 Wita, petugas dapur hotel berinisial N hendak mendatangi kamar ML untuk mengonfirmasi sarapan tamu. N sempat mengetuk pintu kamar tersebut sebanyak dua kali, tapi tak ada jawaban dari ML.

Sekitar pukul 13.00 Wita, petugas kebersihan hotel berinisial BBL membuka pintu kamar nomor 11 yang ditempati ML. Namun, BBL menutupnya kembali karena sungkan melihat ML yang tampak duduk seperti orang sedang beristirahat.

“Setelah saya buka pintu kamar, saya lihat tamu itu dalam keadaan duduk. Jadi langsung saya tutup kembali karena saya pikir dia sedang ada di dalam dan ingin privasi,” ujar BBL dalam keterangannya yang dikutip pihak kepolisian.

Kecurigaan pegawai hotel muncul 40 menit kemudian. YD, rekan kerja BBL, mencoba kembali mendatangi kamar tersebut untuk memastikan layanan kamar. Setelah berkali-kali mengetuk pintu dan tak direspons, YD memberanikan diri membuka pintu tersebut menggunakan kunci cadangan.

Betapa terkejutnya YD saat melihat tubuh ML sudah terbujur kaku dengan leher terjerat tali. YD kemudian berteriak panik dan menghampiri BBL.

Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat kemudian tiba di lokasi pukul 14.20 Wita. Berdasarkan pengamatan petugas, kamar ditemukan dalam kondisi rapi tanpa tanda-tanda penggeledahan paksa atau perlawanan.

“TKP dalam keadaan bersih. Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar sebelah kiri dekat kamar mandi dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari dalam kamar,” kata Lufthi

Jasad ML selanjutnya dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk menjalani visum. Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh pria Kanada itu.

Sejauh ini, polisi belum dapat menyimpulkan motif dan penyebab kematian pria asing itu. Namun, ML diduga bunuh diri.

Diduga Mantan Anggota Militer Kanada

Diberitakan sebelumnya, jenazah ML ditemukan dalam posisi duduk bersandar di dinding kamar samping lemari kayu. Ujung tali terikat di kayu penyangga lemari.

ML tewas mengenakan kaus hijau, celana panjang jeans biru, dan kaus kaki hitam. Diketahui, ML menginap seorang diri di hotel tersebut.

Polisi mengungkapkan sejumlah temuan terkait ML. Dia diduga merupakan mantan anggota militer di negaranya berdasarkan sejumlah temuan barang pribadi ML yang mengarah pada latar belakang militer korban.

“Termasuk paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi CAA,” kata Lufthi.

Dokumen yang ditemukan itu antara lain kartu anggota angkatan bersenjata Kanada (Canadian Armed Force), lencana Polisi Militer Kanada, kartu Polisi Militer Kanada. Selain dokumen tersebut, polisi juga menemukan sejumlah barang pribadi korban.

Polisi juga menemukan surat wasiat yang ditinggalkan ML di kamar. Hanya saja, Lufthi tak menjelaskan isi surat wasiat tersebut. Foto surat wasiat itu juga tak bisa diperlihatkan.

Informasi dari internal kepolisian, pesan dalam surat wasiat itu ditulis dalam bentuk kode-kode yang belum diketahui maksudnya oleh pihak kepolisian. Kode itu berupa angka-angka dan kode lainnya.