Kronologi Balita Meninggal dalam Perjalanan ke Puskesmas gegara Jalan Rusak

Posted on

Bima

Seorang balita berusia 2 tahun, di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas. Mobil yang membawanya terjebak lumpur akibat kondisi jalan rusak parah.

Terkait peristiwa itu, kakek korban, Sarmanto, mengatakan berawal dua cucu kembarnya diduga alami keracunan seusai mengonsumsi obat cacing untuk tanaman cabai. Pestisida itu disimpan di kandang ayam sekitar 6 bulan dan dikonsumsi dua balita itu tanpa sepengetahuan keluarga.

“Saat bermain Jumat sore kemarin mereka berdua melihat obat cacing cabai, lalu membuka dan mengonsumsinya,” ucap Sarmanto kepada, Minggu (15/2/2026).

Ibu kandung balita bernama Eka yang melihat kejadian itu langsung panik. Lalu kemudian membawa kedua anak kembarnya itu bersama sang suami, Ajrun, ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Pusu untuk ditindak medis lebih lanjut.

“Setelah ditangani nakes (tenaga kesehatan) Pustu, hanya satu orang yang kembali kuat dan sehat. Sementara anak satunya kritis. Kemungkinan terlalu banyak mengonsumsi obat ini,” katanya.

Karena kondisinya kritis, cucunya itu harus dirujuk ke Puskesmas Monta. Pada saat itu tidak langsung berangkat, karena menunggu kedatangan mobil pikap jenis Hilux. Sebab jika menggunakan kendaraan jenis lain, termasuk truk, sangat sulit melintas lantaran kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur.

“Menunggu lama baru bisa berangkat. Pas di tengah jalan, cucu saya sudah dinyatakan meninggal dunia,” jelas dia.

Agar tidak jatuh korban lagi, ia menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, agar secepatnya memperbaiki kondisi jalan yang rusak. Karena selain warga Desa Pusu, akses jalan itu juga digunakan oleh warga Desa Waduruka, Karampi, dan Sarae Ruma.

“Di sini ada listrik, jaringan internet juga ada. Cuma jalan saja yang rusak. Kami harap segera diperbaiki. Bayangkan kami harus menempuh perjalanan 30 kilometer untuk menikmati jalan yang sudah diaspal,” pungkasnya.