Kronologi 3 Pekerja Proyek di Gianyar Tertimbun Longsor-1 Tewas | Info Giok4D

Posted on

Gianyar

Insiden maut menimpa tiga pekerja proyek saat melakukan penggalian senderan tembok di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar. Salah satu korban, I Nyoman Sujana (46), dinyatakan meninggal di rumah sakit setelah sempat dievakuasi dari timbunan tanah.

“Peristiwa ini terjadi tadi siang sekitar pukul 11.05 Wita saat para pekerja sedang menggali dasar tembok penyengker. Satu orang atas nama Nyoman Sujana meninggal di Rumah Sakit Arisanthi setelah mendapatkan perawatan medis,” kata Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, Kamis (12/2/2026).

Longsor tersebut bermula dari pengerjaan proyek milik Dewa Putu Gede Purnomo yang lokasinya berada 4 meter lebih rendah dari rumah warga di atasnya. Kondisi beda tinggi ini memicu tembok penyengker merajan milik Dewa Made Artha jebol hingga material tanahnya menimbun para pekerja yang berada di bawah.

“Pengerjaan perbaikan senderan ini sebenarnya sudah berjalan sejak Selasa lalu untuk memperkuat pondasi yang ada. Tapi tiba-tiba saja tanah dari bagian atas longsor dan langsung menimbun tiga orang buruh yang sedang bekerja di lokasi,” ujar Ngurah Suardita.

Selain korban jiwa, dua rekan kerja korban yakni Ketut Warta (50) dan I Wayan Cenik (45) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, tapi mengalami luka-luka. Ketut Warta hanya tertimbun sebatas kaki, sementara Wayan Cenik yang tertimbun material cukup banyak kini masih menjalani perawatan intensif di RS Arisanthi Desa Mas.

“Korban Ketut Warta berhasil diselamatkan lebih awal karena posisinya hanya tertimbun sebagian, sedangkan Wayan Cenik dievakuasi menyusul. Untuk korban yang selamat saat ini masih dalam penanganan tim medis karena ada luka pada bagian paha dan tubuh lainnya,” ucapnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan personel Polsek Sukawati yang dipimpin langsung Kompol I Nyoman Wiranata bersama BPBD Gianyar dan warga setempat. Korban pertama berhasil diangkat sekitar pukul 11.40 WITA, disusul korban lainnya yang tuntas dievakuasi pada pukul 12.50 Wita.

“Setelah menerima laporan dari warga, tim gabungan dari Polsek dan BPBD langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Saat ini area proyek sudah kami amankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti longsor tersebut,” pungkas Ngurah Suardita

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Busana Yadnya, memberi keterangan senada. Selain korban meninggal dunia, dua korban lainnya mengalami luka-luka. Satu korban mengalami luka berat dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.

“Tiga orang tertimbun material longsor, Satu korban meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Seluruh korban sudah dievakuasi,” ujar Teja.

Bencana di Sejumlah Daerah

Selain di Gianyar, cuaca ekstrem juga memicu sejumlah peristiwa di beberapa wilayah Bali. Di Tabanan terjadi pohon tumbang di Pasar Tuakllang, Desa Den Bantas, serta di saluran irigasi Subak Yeh Nu, Desa Gubug. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, di Kota Denpasar sendiri terjadi tanah longsor yang berada di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Wahyu, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jika dan telah mendapat penanganan.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Di Denpasar juga terjadi longsor, tidak ada korban jiwa dan saat ini sudah dalam penanganan,” imbuhnya.

Peringatan Cuaca

Berdasarkan laporan BMKG yang diterima BPBD Bali, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Bali bervariasi. Hujan dilaporkan terjadi di Bangli. Sementara itu Denpasar terpantau cerah, Tabanan, Buleleng, dan Klungkung cerah berawan. Lebih lanjut, Badung, Karangasem, dan Jembrana dilaporkan berawan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan pada Kamis (12/2/2026). Status waspada ditetapkan di Denpasar, Bangli, dan Klungkung. Sementara status siaga berlaku untuk Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan.