Denpasar –
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata meningkat menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Koster mengeklaim tren kunjungan turis asing ke Bali masih stabil.
“Perkembangan jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali sampai tanggal 8 Maret lalu yang saya pantau terjadi peningkatan 8 persen. Jadi bukan menurun, tapi meningkat,” kata Koster saat ditemui di sela-sela apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Mako Brimob Polda Bali, Denpasar, Kamis (12/3/2026).
Menurut Koster, tren kenaikan kunjungan turis asing itu terlihat dari ramainya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Diketahui, Bandara Ngurah Rai akan ditutup selama 24 jam saat Nyepi pada 19 Maret mendatang.
“Bandara Ngurah Rai masih dibuka karena memang tutup hanya pada saat Nyepi. Astungkara berkat kerja sama semua pemerintah daerah dan Forkopimda, Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, dan jajaran semua, Bali ini sangat kondusif. Dunia melihat Bali ini baik,” imbuh politikus PDIP itu.
Koster menilai stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting yang membuat para turis memilih Pulau Dewata sebagai tujuan perjalanan. Ia berharap tren positif sektor pariwisata ini terus berlanjut sehingga memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Bali.
“Para wisatawan mancanegara merasakan kenyamanan yang ada di Bali sehingga kunjungan ke Bali itu meningkat. Semoga ini akan terus terjadi ke depan karena ini sangat penting untuk perkembangan ekonomi Bali,” pungkas gubernur Bali dua periode itu.
PHRI Denpasar Prediksi Wisatawan Meningkat H+3 Lebaran
Sementara itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi okupansi hotel di Denpasar akan meningkat H+ Lebaran. Adapun, kunjungan turis di Denpasar diprediksi didominasi oleh wisatawan domestik.
“Saat Nyepi, saya rasa flat saja okupansinya, walaupun ada yang staycation tapi sedikit angkanya. Mungkin dua hingga tiga hari setelah Lebaran trennya meningkat,” tutur Ketua PHRI Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Kamis.
Putra menilai masyarakat cenderung memanfaatkan hari H untuk rangkaian ibadah maupun upacara keagamaan. Sedangkan, agenda liburan sendiri dilakukan setelah hari raya. Kecenderungan itu juga terlihat saat Hari Raya Natal pada akhir tahun lalu.
“Biasanya kenaikan (wisatawan tinggi pada saat Lebaran,” jelas Putra.
Pengelola Hotel Grand Santhi, Denpasar, mengakui okupansi hotel saat ini meningkat 10 persen dibandingkan momen Nyepi dan Idul Fitri tahun lalu. Pengelola hotel memastikan kegiatan operasional dan layanan hotel saat Nyepi berjalan normal dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah.
“Tahun ini, okupansi belum maksimal, tapi meningkat 10 persen dari tahun lalu karena promosi-promosi yang kita lakukan, baik dari media sosial maupun visit ke beberapa tempat di Bali dan Jawa,” tutur Marketing Manager Hotel Grand Santhi Maikel Pardede.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.






