Badung –
Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Kedongangan, Badung, Jumat (6/1/2026). Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana hadir dalam acara tersebut. Ada pula Bupati Badung I Wayan Adi Arnaw
Koster berencana mengekstrakan penanganan sampah kiriman di pantai-pantai Bali dengan membentuk satuan tugas (satgas) yang bekerja secara bergiliran (shift).
“Saya minta Bupati Badung akan dibuatkan satgas untuk menyelesaikan sampah ini shift-shiftan. Jadi setiap jam harus ada yang bertugas di sini,” ujar Koster.
Dengan penambahan petugas kebersihan, armada, dan alat berat, Koster ingin penanganan sampah kiriman di pantai dilakukan lebih intensif, tidak hanya pagi dan sore, melainkan setiap saat.
Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawancarai di Pantai Kedonganan, Jumat (6/2/2026). (Foto: Fabiola Dianira/) |
“Setiap saat. Petugas ada di sini, truk ada di sini, alat berat ada di sini, kemudian petugas ada di sini. Sehingga begitu sampah datang, langsung diambil, kumpulkan, angkat ke truk, dan bawa ke TPA,” lanjutnya.
Sampah kiriman tersebut kemudian akan dibawa ke TPA Suwung karena termasuk kategori sampah spesifik. Hal ini sudah mendapat izin Menteri LH.
Terkait titik penempatan satgas, hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut. Namun, area pengawasan diperkirakan membentang dari Kedonganan hingga Seminyak, dengan jumlah personel disesuaikan dengan panjang pantai.
“Nanti kami akan bahas titik per titik. Ini kan dari Kedonganan kira-kira sampai ke seminyak. Dari sekian titik. Jadi butuh berapa orang, kemudian butuh orang itu kan tergantung luas ini, panjang pantainya,” katanya.
Koster menegaskan tidak meminta bantuan penanganan sampah dari pemerintah pusat karena sampah kiriman berasal dari laut dan Bali juga berpotensi menyumbang sampah ke daerah lain.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Oh, nggak usah. Karena sampah laut. Mungkin juga dari Bali ada kirim sampah ke mana, karena arus laut kita nggak tahu arahnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, langsung menindaklanjuti rencana tersebut dengan menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan tiga hal, yakni menambah armada, tenaga, dan waktu kerja.
“Saya juga tadi perintahkan LHK untuk satu, menambah armada, yang kedua menambah tenaga, yang ketiga secara berkala shift-shift ini ada pemantuan di lapangan,” ujarnya.
Sampah yang terkumpul di pesisir pantai nantinya dikumpulkan terlebih dahulu ke lahan di belakang pantai sebelum diangkut ke TPA Suwung. Lahan tersebut telah mendapat persetujuan dari pemiliknya.
Untuk armada, Arnawa menyebut saat ini terdapat 71 unit. Armada tersebut tidak akan siaga penuh di pantai, tetapi akan ditingkatkan jumlahnya melalui sistem sewa, mengingat musim hujan masih berpotensi hingga bulan Maret yang dapat membawa sampah kiriman dalam jumlah besar.
“Nggak, nanti kan nggak mungkin dong di pantai kan kita juga membawa sampah masyarakat juga. Tapi yang di pantai memang agak sedikit ekstra sekarang,” ucapnya.
Ribuan Orang Bersihkan Pantai Yeh Gangga
Aksi bersih pantai serupa juga dilakukan di Pantai Yeh Gangga, Tabanan. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memimpin kegiatan yang diikuti ribuan orang itu. Terdiri dari unsur TNI, Polri, kejaksaan, instansi pemerintah, pelajar, hingga masyarakat.
Adapun sampah yang diambil yakni sampah plastik, kayu, hingga bekas sarana upakara/persembahyangan. Aksi ini menindaklanjuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto saat rapat koordinasi nasional bersama kepala daerah se-Indonesia belum lama ini.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Sanjaya menerangkan jika pantai merupakan wajah serta penunjang pariwisata Bali. Terlebih di Kabupaten Tabanan terdapat beberapa pantai yang menjadi objek wisata, salah satunya di Pantai Yeh Gangga.
“Sampah bukan urusan satu instansi atau pemerintah saja. Kita semua harus peduli, khususnya sampah yang mengotori wajah kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, kebersihan pantai merupakan gaya hidup serta budaya. Sehingga, aksi bersih-bersih ini jangan hanya seremonial namun berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur. Sanjaya menegaskan bahwa Tabanan tetap patuh dengan arahan Pemerintah Pusat serta menerjemahkannya dalam aksi nyata.







