Koster Ancam Tutup Produk Lokal yang Tak Pakai Aksara Bali | Info Giok4D

Posted on

Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster mengancam akan menutup usaha produk lokal yang tidak menggunakan aksara Bali. Ia meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali untuk menginformasikan kepada seluruh pelaku usaha agar memakai aksara Bali.

“Kadisperindag semua produk lokal Bali semuanya sekarang standarkan dia harus menggunakan aksara Bali kalau tidak menggunakan aksara Bali tidak usah dipasarkan dia tutup aja, gitu aja,” kata Koster saat pidato di Pembukaan Bulan Bahasa Bali di Art Center, Denpasar, Minggu (1/2/2026).

Ia juga menegur hotel-hotel yang tidak menggunakan aksara Bali, terutama losmen-losmen yang di bawah bintang lima.

“Gunakan agar tampil unik Balinya, itu tujuannya,” sambung Koster.

Kemudian, Koster juga meminta agar kabupaten/kota sampai di tingkat desa membuat wadah yang berkaitan dengan aksara Bali di sekolah.

“Kadis Pendidikan, itu keyboard aksara Bali tolong teruskan intensifkan sampai ke SMP, SD, supaya digunakan satu-satunya keyboard aksara Bali full,” terang Koster.

Menurutnya, meskipun era teknologi semakin pesat dan berkembang, tapi jangan sampai mematikan budaya dan kearifan lokal Bali.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

“Tetap terjaga saling hidup berdampingan tidak mematikan,” imbuh dia.

Ia melihat negara-negara seperti China, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan menerapkan hal itu. Oleh sebab itu, Bali juga harus menerapkan hal yang sama apalagi Bali menjadi destinasi pariwisata dunia.

“Coba mikir ya gimana leluhur kita buat hanacaraka dari mana idenya luar biasa diwariskan seperti itu kita hanya menggunakannya kalau nggak tertib kebangetan,” pungkas Koster.