Buleleng –
Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam operasi pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Korban ditemukan pada hari ketiga operasi SAR, Minggu (8/3/2026) sore.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pencarian terhadap korban yang masih hilang dilanjutkan sejak pagi hari dengan membagi tim ke beberapa titik pencarian.
“Pembagian tugas pencarian dibagi menjadi empat titik,” kata Donny.
Ia menjelaskan, pada pukul 08.30 Wita tim SAR laut mulai melakukan penyisiran menggunakan rubber boat. Empat personel Pos SAR Buleleng bersama Balawista menyisir perairan dari Pantai Banjar ke arah barat.
Sementara itu, rubber boat milik Polair Polres Buleleng dengan tiga personel melakukan pencarian ke arah utara. Di lokasi lain, unsur SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar hingga menuju pantai serta di sekitar lokasi ditemukannya korban pertama.
Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk mengangkat timbunan material besar yang terbawa banjir bandang. Sekitar pukul 11.40 Wita, tim SAR laut kembali ke Pantai Banjar tapi belum menemukan korban.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 Wita dengan menyisir perairan ke arah barat oleh tim Pos SAR Buleleng. Selanjutnya, pada pukul 15.07 Wita rubber boat Polair kembali melakukan penyisiran ke arah timur.
“Pencarian di perairan menemukan target sekitar pukul 15.42 Wita,” ujar Donny.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban merupakan anak laki-laki yang masih mengenakan kaos berwarna biru dan diketahui bernama Kadek Wahyu (12).
Jenazah korban ditemukan di perairan Desa Dencarik, sekitar 3,5 kilometer dari rumah korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Buleleng.
Sebelumnya, selama dua hari pencarian, tim SAR gabungan telah menemukan dua korban meninggal dunia yakni Dewa Ketut Adi Suarjana (55) dan Komang Suci (44).
Operasi SAR hari ketiga melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI, Polri, BPBD Buleleng, PMI, Balawista, relawan, hingga masyarakat setempat.
Setelah evaluasi atau debriefing yang dilakukan pada pukul 17.30 Wita, operasi SAR dipastikan akan kembali dilanjutkan pada Senin (9/3/2026) pagi.






