Lombok Tengah –
Komandan Kodim (Dandim) 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, merespons adanya surat telegram yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, kepada jajarannya agar melaksanakan siaga tingkat 1 guna mengantisipasi dinamika konflik di Timur Tengah.
Menurut Karim, status siaga satu di lingkungan TNI bukanlah sesuatu yang luar biasa karena hal tersebut sudah sering dilaksanakan.
“Siaga satu ini sebenarnya bukan hal yang luar biasa di TNI. Itu sudah sering kami lakukan. Karena ada perintah dari Bapak Panglima TNI pada waktu-waktu ini untuk melaksanakan siaga satu, maka kita jalankan,” kata Karim kepada, Senin (9/3/2026) seusai menjalani Safari Ramadan di Makodim.
Karim menjelaskan dalam pelaksanaan siaga satu di daerah saat ini. Terdapat beberapa penekanan utama, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menyebut, seluruh dinamika sangat sulit dibaca sehingga sikap siap siaga sangat dibutuhkan.
“Yang ditekankan dalam siaga satu ini antara lain meningkatkan kembali kondusivitas wilayah masing-masing serta memperkuat kolaborasi dengan para stakeholder. Kita juga tidak tahu seperti apa dinamika ke depan, sehingga pada intinya kita harus selalu siap,” bebernya.
Namun, Karim enggan menjelaskan lebih jauh soal dinamika Timur Tengah dengan perintah siaga satu. “Untuk itu (dinamika Timur Tengah) saya tidak bisa menjawab, karena itu bukan ranah kami sebagai pelaksana di lapangan. Yang jelas kami siap menjalankan setiap perintah yang diberikan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, di wilayah Lombok Tengah terdapat dua objek vital nasional yang menjadi perhatian pengamanan, yakni Bandara Zainuddin Abdul Majid (Bizam) dan kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
“Untuk mitigasi siaga satu ini, kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimda seperti kepolisian, kejaksaan, dan juga melaporkan kepada Bapak Bupati. Pelaksanaannya sebenarnya sudah berjalan, misalnya patroli di bandara dan di wilayah selatan yang merupakan kawasan ekonomi khusus,” bebernya.
Menurutnya, patroli tersebut sebenarnya rutin dilakukan, tidak hanya ketika status siaga satu diberlakukan. Karim menegaskan menjaga keamanan wilayah juga penting untuk menjaga citra daerah di mata wisatawan.
“Kita harus menjaga nama baik Kabupaten Lombok Tengah. Karena para wisatawan yang datang tentu akan membawa cerita ketika mereka kembali ke daerah masing-masing,” katanya.
Karim pun menegaskan kembali bahwa kesiapsiagaan merupakan hal yang sudah menjadi bagian dari tugas prajurit TNI. Sikap itu tak memandang personel sedang apa, yang jelas ketika ada perintah maka wajib untuk dilaksanakan.
“Siaga satu ini hal yang biasa di TNI. Sama seperti saat ada peringatan cuaca ekstrem. Intinya kapan pun diperintahkan, baik saat tidur atau makan sekalipun, kalau ada perintah bergerak maka kita siap bergerak,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya agar melaksanakan siaga tingkat 1 guna mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. TNI menyebut langkah ini ditempuh sesuai dengan tugas pokok TNI.
Adapun perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Surat ini diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.






