KLM Mutiara Inti Permata 3 Hari Terdampar di Gili Lawang Lombok Timur

Posted on

Kapal layar motor (KLM) Mutiara Inti Permata kandas di perairan Gili Lawang, Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (3/1/2026). KLM Mutiara Inti Permata mengalami kerusakan pada mesin ketika membawa barang hendak berlayar dari Surabaya menuju pelabuhan Bima. Kapal tersebut sudah tiga hari terdampar di sana.

“KLM Mutiara Inti Permata GT 169 bertolak dari Surabaya dengan tujuan Bima. Saat dalam perjalanan, kapal tersebut tiba-tiba mengalami trouble mesin kemudian nakhoda kapal menepi mencari perlindungan di perairan Gili Lawang,” terang Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Boyke FS Samola, Selasa (6/1/2026).

Samola menjelaskan akibat gangguan mesin tersebut, kapal KML Mutiara Inti Permata saat ini tidak dapat melanjutkan pelayaran. Saat ini anggota kepolisian dari Polairud masih melakukan tindakan pengecekan dan memastikan kru kapal dalam keadaan selamat.

“Semua kru dalam keadaan selamat dan komponen kapal yang bisa dimanfaatkan dalam keadaan aman,” terang Samola.

Kapal tersebut dinakhodai Dede Asdar (52) asal Bima. Selain itu, ada enam anak buah kapal (ABK). Yakni, M. Sa’id (53) dari BALI, Yohanes Tuga (62) dari Sumbawa Labuhan Badas, Mukyadi (49) dari Sumbawa Utan, Fernsisco Hardianus (67) dari Sika, dan Muhammad Nur DM (58) dari Kabupaten Kediri.

Samola memastikan, insiden tersebut tidak menyebabkan terjadinya pencemaran laut serta tidak mengganggu kawasan konservasi terumbu karang.

“Proses evakuasi masih dilakukan dan tidak mencemarkan laut serta tidak mengganggu kawasan konservasi,” ujarnya.

Pihak kepolisian dalam mengevakuasi logistik yang dibawa oleh kapal tersebut dibantu oleh nelayan setempat menggunakan perahu.

“Ada kapal mati di wilayah kami, dan saat ini masih proses evakuasi oleh kepolisian dan dibantu oleh nelayan menggunakan perahu,” terang Sekretaris Desa Sugian Ali Fikri.