Denpasar –
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar mengungkapkan momentum berdekatan antara Hari Raya Nyepi dan Idulfitri bukan hal baru dan pernah terjadi beberapa kali. Terakhir, terjadi 2023. Tahun ini, diperkirakan Nyepi bertepatan dengan malam takbiran.
“Sebenarnya kita tidak masalah, kalau kita di sini, umat muslim dan umat lainnya, kita semua bersaudara,” terang Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Rabu (11/3/2026).
Baginya, pengalaman serupa yang bukan pertama kali terjadi di Bali ini, tidak pernah menimbulkan masalah apapun. Atmadja menyebutkan bahwa kondisi berjalan aman. Antarumat berbeda agama saling menjaga.
“Kalo sembahyang, kemarin sembahyang di lapangan, pecalang ikut jaga. Kemarin pas Imlek, dari Banser ikut jaga, keamanan masjid ikut jaga. Ini tidak masalah,” kata Atmadja.
Dia pun menilai polemik yang terjadi di media sosial (medsos) tidak menunjukkan kondisi yang sebenarnya. Padahal, berbagai umat beragama hidup berdampingan di Bali sejak dulu.
“Ampura niki, yang baru-baru ini mencuat. Ya nggak tau ya, mungkin yang baru-baru, merasa dia kok dikekang. Sebenarnya nggak, kita sama-sama merayakan tahun baru. Kalau di Hindu, ya kita kan heningkan dulu, introspeksi diri. Setelah itu ada silaturahmi di umat muslim, kita saling menghormati juga. Sekarang kan ada yang namanya medsos (media sosial) ya, kita nggak tahu ya, ini dikompor-kompor atau apa,” beber Atmadja.
Atmadja juga menyebutkan bahwa Kesbangpol bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Denpasar sendiri mengadakan rapat bergilir bersama majelis agama. Tidak hanya bertempat di satu titik, melainkan berkeliling dari majelis agama satu ke yang lainnya.
Atmadja juga mengungkapkan pengamanan Nyepi dan malam takbiran pada 19 Maret mendatang ada sejumlah pihak yang bertanggung jawab. Yakni, pecalang, Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda), hingga petugas keamanan masjid.
“Bukan hanya pecalang saja, ada Bankamda wilayah lingkungan. Contohnya, ada Kampung Jawa. Di sebelahna Wangaya Kaja, dan Banjar Lumintang, tengah-tengah, ada keamanan masjid. Ada Wanasari Bersatu juga. Artinya tidak hanya pecalang, NU (Nahdlatul Ulama) juga punya Banser (Barisan Ansor Serbaguna),” tutur Atmadja.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.






