Operasi pencarian korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki hari ketujuh. Keluarga korban bergabung bersama tim SAR untuk mencari korban di lokasi kejadian hari ini.
“Keluarga akan ke lokasi kejadian dan titik sonar dilepaskan untuk pencarian korban,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, Kamis (1/1/2026).
Hingga kini, tiga korban kapal tenggelam tersebut belum ditemukan. Ketiga korban adalah pelatih Tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, bersama dua anak laki-lakinya.
Adapun, keluarga yang ikut dalam operasi pencarian hari ini terdiri dari kakak dan paman istri korban serta Wakil Duta Besar (Dubes) Spanyol, Fernando. Istri Martin tak ikut karena mengantar jenazah putri mereka yang dipindahkan dari RSUD Komodo Labuan Bajo ke Bali.
Menurut Budi, keluarga korban akan mendatangi titik kapal tenggelam di Selat Pulau Padar. Menggunakan kapal milik Polri, mereka juga akan mendatangi titik-titik pencarian korban oleh tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, Budi mengungkapkan International Criminal Police Organization atau Organisasi Kepolisian Kriminal Internasional (Interpol) mendeteksi titik koordinat keberadaan ponsel milik Martin. Namun, sinyal handphone (HP) pelatih Valencia itu terdeteksi pindah-pindah di laut.
“Interpol menangkap titik koordinat sinyal handphone milik korban,” ungkap Budi yang menjadi pendamping keluarga korban di Labuan Bajo.
Budi menjelaskan titik koordinat sinyal HP korban sempat terlacak berada di perairan selatan Selat Pulau Padar. Namun, sinyal HP yang sama kemudian terlacak di utara Pulau Batu Tiga. Ia menduga HP itu berada dalam kapal yang terus berpindah posisi karena terseret arus laut.
“Ada kemungkinan HP berada dalam kapal dan bergerak mengikuti arus,” ujar Budi.
Menurut Budi, keluarga korban akan mendatangi titik kapal tenggelam di Selat Pulau Padar. Menggunakan kapal milik Polri, mereka juga akan mendatangi titik-titik pencarian korban oleh tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, Budi mengungkapkan International Criminal Police Organization atau Organisasi Kepolisian Kriminal Internasional (Interpol) mendeteksi titik koordinat keberadaan ponsel milik Martin. Namun, sinyal handphone (HP) pelatih Valencia itu terdeteksi pindah-pindah di laut.
“Interpol menangkap titik koordinat sinyal handphone milik korban,” ungkap Budi yang menjadi pendamping keluarga korban di Labuan Bajo.
Budi menjelaskan titik koordinat sinyal HP korban sempat terlacak berada di perairan selatan Selat Pulau Padar. Namun, sinyal HP yang sama kemudian terlacak di utara Pulau Batu Tiga. Ia menduga HP itu berada dalam kapal yang terus berpindah posisi karena terseret arus laut.
“Ada kemungkinan HP berada dalam kapal dan bergerak mengikuti arus,” ujar Budi.
