Operasi SAR korban tenggelam KM Putri Sakinah resmi ditutup. Satu anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dinyatakan hilang hingga penutupan operasi SAR pada hari ke-15 pencarian korban.
Meski begitu, perwakilan keluarga korban masih ada yang bertahan di Indonesia. Keluarga masih berharap anak Fernando itu bisa ditemukan oleh nelayan atau kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pihak keluarga sementara masih ada yang menunggu di Bali beberapa hari, berharap ada nelayan atau siapapun yang mungkin bisa menemukan anaknya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, Sabtu (10/1/2026). Budi adalah pendamping keluarga korban selama berada di Labuan Bajo.
Budi mengatakan keluarga memahami operasi SAR memang harus ditutup setelah tiga kali masa pencarian korban diperpanjang. Namun, dia berujar, keluarga masih berharap korban bisa ditemukan.
“Keluarga korban paham operasi SAR harus ditutup tapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan,” ujar Budi.
Perwakilan keluarga yang masih menunggu penemuan korban itu sebelumnya hadir pada seremonial penutupan operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, kemarin. Sementara itu, keluarga Fernando yang lain telah kembali ke Spanyol.
Pria tersebut tampak sedih selama acara penutupan operasi SAR itu, kemarin. Dia terlihat menundukkan kepala sembari tangan kanannya menepuk-nepuk dada saat Bupati Manggarai Barat menyampaikan ucapan belasungkawa kepadanya.
Langkah pria itu terlihat berat ketika menghampiri meja di depannya. Di meja itulah dia menandatangani berita acara penutupan operasi SAR dengan salah satu anak Fernando dinyatakan hilang.
Dia kemudian menyalami satu per satu personel SAR gabungan yang berjumlah ratusan orang. Ada pula personel yang menangis saat berpelukan dengannya.
Seperti diketahui, KM Putri Sakinah yang ditumpangi Fernando sekeluarga sebanyak enam orang tenggelam di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, sehari setelah Natal atau pada Jumat (26/12/2025) malam. Istri dan anak bungsu Fernando serta nakhoda dan anak buah kapal (ABK) selamat dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Fernando bersama putrinya berusia 12 tahun dan anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan tewas di perairan. Satu lagi anak laki-laki Fernando dinyatakan hilang hingga operasi pencarian ditutup pada hari ke-15.
“Keluarga korban paham operasi SAR harus ditutup tapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan,” ujar Budi.
Perwakilan keluarga yang masih menunggu penemuan korban itu sebelumnya hadir pada seremonial penutupan operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, kemarin. Sementara itu, keluarga Fernando yang lain telah kembali ke Spanyol.
Pria tersebut tampak sedih selama acara penutupan operasi SAR itu, kemarin. Dia terlihat menundukkan kepala sembari tangan kanannya menepuk-nepuk dada saat Bupati Manggarai Barat menyampaikan ucapan belasungkawa kepadanya.
Langkah pria itu terlihat berat ketika menghampiri meja di depannya. Di meja itulah dia menandatangani berita acara penutupan operasi SAR dengan salah satu anak Fernando dinyatakan hilang.
Dia kemudian menyalami satu per satu personel SAR gabungan yang berjumlah ratusan orang. Ada pula personel yang menangis saat berpelukan dengannya.
Seperti diketahui, KM Putri Sakinah yang ditumpangi Fernando sekeluarga sebanyak enam orang tenggelam di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, sehari setelah Natal atau pada Jumat (26/12/2025) malam. Istri dan anak bungsu Fernando serta nakhoda dan anak buah kapal (ABK) selamat dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Fernando bersama putrinya berusia 12 tahun dan anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan tewas di perairan. Satu lagi anak laki-laki Fernando dinyatakan hilang hingga operasi pencarian ditutup pada hari ke-15.






