Flores Timur –
Bangunan rumah dan dapur milik FST (35) di Desa Nimun Danibao, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ludes terbakar. Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 750 juta.
Kapolsek Adonara Barat, Ipda Zainal Arifin, mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita pada Jumat (6/2/2026). Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial YSM (80).
“Api sudah membesar dan membakar dapur serta seluruh isi rumah korban,” kata Zainal saat dikonfirmasi, Jumat.
Melihat kejadian itu, YSM bersama saksi lainnya berinisial AS bergegas berlari ke rumah FST. Saat itu, pemilik rumah masih tidur.
“Korban (FST) sementara tertidur dan tidak mengetahui kejadian tersebut,” imbuh Zainal.
Zainal mengungkapkan pemilik rumah bersama warga berupaya memadamkan api dengan perlengkapan seadanya. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.45 Wita. Menurutnya, seluruh isi rumah hangus terbakar.
Zainal mengatakan dapur dengan material bambu mengakibatkan api dengan cepat merambat ke seluruh bangunan rumah. Meski begitu, dia menegaskan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.
“Kerugian material sekitar 750 juta,” ujarnya.
Adapun barang-barang di dalam rumah dan dapur milik korban korban yang terbakar, antara lain mesin giling padi, mesin rontok padi, mesin potong padi, TV, mesin cuci, ponsel, uang Rp 6 juta, hingga surat-surat berharga lainnya.
“Tidak menutup kemungkinan api berasal dari hubungan pendek arus listrik,” tandasnya.
