Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram meminta masyarakat tetap tenang usai ditemukannya satu kasus super flu atau influenza A (H3N2) subclade K di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dinkes NTB sebelumnya mengungkapkan terdapat satu kasus super flu pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Kasus tersebut terkonfirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya.
“Masyarakat jangan panik, tetap jaga pola hidup sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, saat dikonfirmasi infoBali, Kamis (15/1/2026).
Emirald mengimbau warga yang mengalami demam, batuk, atau flu berkepanjangan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat.
“Super flu belum ada (di Mataram). Mudah-mudahan tidak ada ya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, pihaknya mengirimkan delapan sampel spesimen dari anak-anak yang bergejala super flu ke Labkesmas Surabaya pada 10 November 2025.
Hasil pemeriksaan sequencing influenza yang diterima pada 5 Januari 2026 kemudian mengonfirmasi satu kasus positif influenza A (H3N2) subclade K pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun.
“Atas temuan ini kami sudah melakukan penyelidikan epidemiologis dan penanganan di lapangan. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan serta pemantauan ketat terhadap kontak erat dan lingkungan sekitar kasus selama dua kali masa inkubasi virus influenza,” kata Fikri, Rabu malam (14/1/2026).
Menurut Fikri, hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan kasus tambahan sehingga klaster tersebut dinyatakan berhasil dikendalikan. Meski begitu, ia menegaskan situasi belum sepenuhnya bebas risiko.
“Ada potensi penularan ulang masih dapat terjadi seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan masuknya musim penghujan yang umumnya disertai peningkatan kasus flu,” ujarnya.
Diketahui, influenza A merupakan flu musiman (seasonal influenza) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H3N2. Gejalanya antara lain demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, hidung berair, nyeri otot (myalgia), serta rasa tidak enak badan (malaise).
Dibandingkan jenis influenza lainnya, tingkat keparahan influenza A lebih tinggi dibandingkan A (H1N1) Pdm09 dan influenza B.






