Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar meralat informasi sebelumnya terkait temuan kasus Influenza A atau super flu di Bali. Hingga Januari 2026, baru ditemukan satu kasus positif di Denpasar. Pasien telah menjalani pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), dan spesimen telah dikirim ke Laboratorium Rujukan BBLK Surabaya.
Sebelumnya, beredar informasi mengenai dua kasus Influenza A atau yang kerap disebut super flu di Bali pada Oktober 2025. Dinkes Denpasar menjelaskan, sepanjang 2025 tercatat 125 spesimen yang diperiksa, khususnya pada Oktober ditemukan 23 kasus SARI di RSUD Wangaya. Seluruhnya telah melalui PCR dan pengujian spesimen.
Sesuai lampiran Surat Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor: TL.02.04/C.III/4/29026 yang diterima Dinkes Kota Denpasar pada 7 Januari 2026, hasil laboratorium yang keluar pada 5 Januari 2025 menyatakan dari 23 spesimen yang diperiksa, dua spesimen dinyatakan positif Influenza A.
“Satu orang beralamatkan di Denpasar, satunya berasal dari Klungkung, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk pemantauan lebih lanjut,” ujar Kadinkes Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati saat diwawancarai tim infoBali, Kamis (15/1/2026).
Saat ini, kedua pasien tersebut telah dalam kondisi sehat dan beraktivitas seperti biasa. Dinkes Kota Denpasar juga belum melakukan tracing atau pemeriksaan lanjutan, terutama terhadap kontak erat kedua kasus.
“Karena ketika kami tahu, bahwa yang bersangkutan positif Influenza A sesuai hasil pemeriksaan laboratorium yang kami terima tanggal 7 Januari 2026, kedua pasien yang bersangkutan sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasa jauh sebelumnya,” tutur Candrawati.
Meski demikian, Dinkes Kota Denpasar akan meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan peran surveilans dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Kesiapsiagaan puskesmas, rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kasus Superflu di Kota Denpasar.
Selain RSUD Wangaya sebagai rumah sakit rujukan pemeriksaan Sentinel SARI, Dinkes Provinsi Bali turut menunjuk UPTD Puskesmas I Dinkes Kecamatan Denpasar Selatan untuk pemeriksaan Sentinel ILI (Influenza Like Illness).
“Jadi, nanti tiap ada kasus SARI dan ILI yang ditemukan wajib pengambilan spesimen/PCR, lalu dikirim ke Laboratorium Rujukan BBLK Surabaya dengan dukungan dana dari Kemenkes,” terang Candrawati.
Super flu dinilai mirip dengan flu musiman, namun dengan tingkat keparahan lebih tinggi dan durasi lebih lama. Gejala yang kerap muncul antara lain demam tinggi yang naik turun, batuk dan pilek berkepanjangan, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta meriang.
Dinkes Kota Denpasar menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat cukup dan konsumsi makanan gizi seimbang yang membantu untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh,” kata Candrawati.
Ia juga menambahkan pentingnya menggunakan masker dan menghindari kerumunan saat bepergian ke luar rumah jika memungkinkan.






