Denpasar –
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Hujan bukan alasan untuk berhenti. Kasanga Festival 2026 memastikan parade tetap berjalan dengan konsep baru berupa pawai karnaval yang bergerak dari titik awal hingga finis, bukan lagi terpusat di satu lokasi.
“Kami tidak pernah membenci air. Jadi apapun anugerah Tuhan yang diberikan kepada kami, kami terima dengan lapang dada. Sehingga bersama teman-teman Yowana yang lolos 16 besar, kami semua sudah komitmen akan tetap pentas,” jelas Ketua Panitia Kasanga Festival 2026 Yogi Pramana saat konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu (4/3/2026).
Antisipasi cuaca sudah disiapkan sejak sebulan terakhir. Panitia berkoordinasi dengan BMKG, menyiapkan sarana-prasarana, hingga melaksanakan matur piuning.
Parade dimulai pukul 17.00 Wita dari depan Jaya Sabha dan berakhir di Jalan Udayana sekitar Bank BRI. Peserta langsung menampilkan atraksi sepanjang rute, dengan penilaian dilakukan juri di sejumlah pos.
“Nanti akan ada juri di pos-pos tertentu. menilai peserta dari start sampai finish. Harapan kami, para penonton bisa duduk tenang dan rapi tanpa berfokus di Catur Muka,” tambahnya.
Sepanjang jalur pawai dipasang barikade pembatas untuk memberi ruang bagi peserta.
Kasanga Festival 2026 digelar 6-8 Maret 2026 dengan fokus pelestarian tradisi Bali. Sekaa Teruna Teruni (STT) dilibatkan untuk menyajikan kuliner tradisional. Musik modern ditiadakan dan diganti gamelan.
Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menyiapkan hadiah Lomba Ogoh-Ogoh: juara 1 Rp 50 juta, juara 2 Rp 40 juta, juara 3 Rp 30 juta, juara harapan 1 Rp 20 juta, juara harapan 2 Rp 15 juta, juara harapan 3 Rp 10 juta.
Untuk Ogoh-Ogoh Mini Mesin, juara 1 Rp 10 juta, juara 2 Rp 8 juta, juara 3 Rp 6 juta. Ogoh-Ogoh Mini Non-Mesin: juara 1 Rp 8 juta, juara 2 Rp 6 juta, juara 3 Rp 4 juta. Lomba Sketsa: juara 1 Rp 5 juta, juara 2 Rp 4 juta, juara 3 Rp 3 juta.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan dukungan Pemkot Denpasar.
“Kami di Pemerintah Kota sangat support kegiatan yang diadakan Yowana Denpasar untuk pengadaan Kasanga Festival ini. Pelaksanaan Kasanga Festival sama seperti dulu dilaksanakan selama 3 hari. Selesai parade ogoh-ogoh, nanti 16 besar akan masuk ke kawasan Lapangan Badung, selama 3 hari akan dipamerkan. Jadi penonton yang belum sempat melihat parade bisa menonton,” tuturnya.
Terkait sampah, pola penanganan akan mengacu pada Denpasar Festival 2025 dan D’Tik Festival 2026.
“Setiap hajatan besar apapun skalanya, Pemerintah Kota selalu tekankan untuk bagaimana tata kelola sampah selesai pada saat pelaksanaan acara itu. Seperti contoh pelaksanaan Denpasar Festival dan D’Tik Festival, di Kasanga festival kita akan gunakan pola yang sama,” jelas Arya Wibawa.
