Kapolda Bali Pimpin Rakor Operasi Ketupat Agung 2026, Ini yang Dibahas

Posted on

Denpasar

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Agung 2026. Rakor ini membahas keamanan hingga toleransi menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Rakor dilaksanakan di Gedung Rupatama Polda Bali, pada Kamis, (5/3/2026), dengan melibatkan berbagai unsur Forkopimda Provinsi Bali terkait guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah strategis menghadapi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, yang pelaksanaannya berada dalam rentang waktu yang berdekatan sehingga memerlukan kesiapan pengamanan secara maksimal.

Dalam arahannya, Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di Pulau Dewata. Ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk terus memperkuat kolaborasi demi menjaga Bali tetap aman dan damai.

“Mari bersama-sama kita jaga Bali sebagai rumah bersama yang menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan, demi terciptanya keamanan serta kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” ujar Kapolda Bali.

Usai arahan Kapolda Bali, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber terkait rencana pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026. Di antaranya strategi pengamanan, pola pengaturan lalu lintas, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas selama rangkaian perayaan hari besar keagamaan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, terdapat beberapa poin penekanan utama, di antaranya dengan mengedepankan toleransi dan moderasi beragama dalam setiap rangkaian kegiatan masyarakat. Memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, desa adat, serta tokoh agama, Mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk mobilitas masyarakat dan aktivitas keagamaan.

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dan strategi guna memastikan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bali berlangsung aman, tertib, serta penuh toleransi, sehingga stabilitas keamanan daerah tetap terjaga.