Pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dibuka mulai hari ini setelah ditutup selama dua pekan. Kapal-kapal wisata sudah bisa membawa turis ke Taman Nasional Komodo dan destinasi lainnya di Labuan Bajo.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto menjelaskan pelayaran kapal wisata ditutup karena faktor cuaca. Menurutnya, pelayaran sudah bisa dibuka dibuka karena cuaca di Labuan Bajo sudah membaik.
“Kami turut prihatin karena selama ini pelaku usaha memang tidak dapat melakukan kegiatan pelayaran. Hal tersebut didasarkan pada informasi cuaca dari prakiraan cuaca BMKG yang melalui salah satu aplikasinya menyatakan adanya gelombang tinggi,” kata Stephanus, Kamis (8/1/2026) malam.
Stephanus menegaskan kapal-kapal wisata yang beroperasi di perairan Labuan Bajo tetap harus syarat dan ketentuan yang telah dikeluarkan oleh KSOP. Menurutnya, pembukaan kembali pelayaran ini juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk membantu pencarian korban tenggelam KM Putri Sakinah.
Diketahui, satu anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut hingga kini belum ditemukan.
“Membantu pengamatan dari masyarakat secara umum terhadap proses pencarian, karena kemungkinan besar korban sudah mengapung,” kata Stephanus.
“Semoga dengan peran serta masyarakat sekalian pelaku wisata lebih diintensifkan pengamatan di atas laut sehingga korban dapat ditemukan,” lanjut dia.
Penutupan total pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dimulai sejak 29 Desember 2025. Penutupan bahkan sudah dimulai sejak 26 Desember 2025, tapi khusus untuk pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo. Dua destinasi tersebut masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo.
Penutupan itu dilakukan dengan pertimbangan cuaca buruk berdasarkan pengamatan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Penutupan pelayaran itu juga bersamaan dengan pelaksanaan operasi pencarian korban tenggelam KM Putri Sakinah.






