Kalah Judol Rp 50 Juta Sehari, Sopir Asal Lombok Gantung Diri di Klungkung

Posted on

Klungkung

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pemuda inisial MA (22) yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi tempatnya bekerja pada Jumat (13/3/2026) malam. MA diketahui bekerja sebagai sopir di toko bangunan wilayah Nusa Penida, Klungkung, Bali.

MA diduga nekat mengakhiri hidupnya gegara kalah judi online. Berdasarkan keterangan saksi, MA sempat curhat dan mengaku uangnya habis Rp 50 juta dalam sehari akibat bermain judi online.

“Saat itu, saksi sempat menasehati MA agar tidak lagi terlibat dalam aktivitas seperti itu dan MA mengiyakan dan berjanji akan berhenti,” kata Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Sabtu (14/3/2026).

Setelah percakapan tersebut, saksi meninggalkan lokasi karena ada keperluan lain. Ia lantas meminta MA tetap berada di toko untuk menjaga tempat usaha tersebut.

Sekitar pukul 20.15 Wita, saat saksi kembali ke toko, MA tidak ditemukan. Setelah beberapa kali dipanggil dan tidak mendapat jawaban, saksi kemudian melakukan pencarian dan menemukan MA di kamar mandi toko dalam kondisi tergantung.

Saksi bersama rekannya serta warga sekitar segera menurunkan korban dan membawanya ke RS Gema Santi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, MA dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Nusa Penida.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah MA saat ini masih berada di rumah sakit sambil menunggu pihak keluarga untuk menjemput.

“Hingga saat ini, kami masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa ini guna memastikan penyebab pasti kematiannya,” ujar Kesuma Jaya.