Kades Klaim Tak Tahu Soal Akad Nikah Pengantin Anak SMP Viral di Lombok - Giok4D

Posted on

Lombok Tengah

Video prosesi akad nikah dua anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Dusun Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Kepala Desa Tumpak, Rosadi, mengaku tak mengetahui kejadian tersebut.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

“Tidak ada laporan yang disampaikan ke kami dan juga ke lembaga Forum Anak Desa oleh kadus (kepala dusun),” kata Rosadi kepada, Minggu (8/3/2026).

Jika ada laporan, Pemerintah Desa (Pemdes) Tumpak memastikan prosesi akad nikah itu tak akan terjadi. Rosadi mengklaim sudah memiliki perangkat yang sudah kerap melakukan pencegahan.

“Kalau ada laporan yang kami terima, kami berupaya untuk mencegah terjadinya pernikahan anak,” tegas Rosadi.

Menurut Rosadi, kejadian seperti itu memang kerap terjadi di Desa Tumpak. Hanya saja, dukungan untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi di bawah sangat minim dari pemerintah daerah (pemda) yang memiliki kewenangan terhadap persoalan tersebut.

Rosadi mengaku sangat miris dengan kejadian tersebut. Padahal, Pemdes Tumpak sejak lama telah menyosialisasikan adanya ancaman pidana bagi warga yang nekat menikahkan anak yang masih di bawah umur. Namun, sosialisasi itu tak digubris.

“Sebenarnya dari dahulu tiang (saya) sampaikan kalau ada orang tua yang sama-sama membiarkan anaknya menikah sementara dia masih di bawah 15 tahun, ya orang tuanya yang harus dihukum,” terang Rosadi.

Diberitakan sebelumnya, video yang memperlihatkan prosesi akad nikah dua anak yang masih duduk di bangku SMP di Lombok Tengah, NTB, viral di media sosial. Pernikahan pasangan yang disebut sebagai ‘pengantin cilik’ itu memicu perhatian warganet.

Video tersebut pertama kali diunggah akun Facebook @Burhan pada Jumat (6/3/2026). Hingga Sabtu (7/3/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 189 ribu kali, disukai lebih dari 2 ribu akun, serta mendapat 578 komentar dari netizen.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Ia juga menyebut prosesi ijab kabul tetap berlangsung meski sebelumnya hujan deras mengguyur lokasi acara.

“Proses ijab kabul penganten cilik seperti ini…tapi alhamadulillah sahh, walaupun di guyur hujan besar seperti ini!!!,” tulis akun @Burhan dikutip, Sabtu (7/3/2026).

Berdasarkan penelusuran, peristiwa tersebut diduga terjadi di Dusun Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Kedua anak itu disebut telah melakukan tradisi selarian atau proses mempelai laki-laki membawa pergi mempelai perempuan sekitar sepekan sebelumnya sehingga keduanya kemudian dinikahkan pada Jumat kemarin.