Kades di Bima Ungkap Alasan Lepas Baju dan Ajak Mahasiswa Duel Saat Demo

Posted on

Bima

Budiman, Kepala Desa (Kades) Wadu Kopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), melepas baju dan mengajak mahasiswa duel saat aksi demonstrasi. Budiman buka suara dan mengungkap alasannya.

Budiman mengaku mahasiswa yang menggelar demo diterima baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Wadu Kopa. Bahkan dipersilakan masuk ke dalam ruangan untuk mendengarkan penjelasan terkait pembangunan gerai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Akan tetapi ada seorang pendemo (mahasiswa) yang melakukan aksi anarkistis. Makanya saya kesal dan mengajak fight (berduel),” ungkap Budiman kepada, Senin (9/3/2026).

Budiman menjelaskan mahasiswa kerapkali melakukan aksi anarkistis saat demo. Misalnya seperti saat menggelar demo pada bulan lalu, mereka merusak fasilitas kantor Pemdes Wadu Kopa sehingga persoalan itu dilaporkan ke aparat kepolisian untuk diproses hukum.

“Saat demo di bulan lalu, mereka sepakat tidak lagi merusak fasilitas umum dan kantor desa. Kesepakatan ini juga menjadi dasar kami mencabut laporan kerusakan kantor desa di Polres Bima,” katanya.

Budiman menegaskan tidak pernah melarang warga hingga mahasiswa untuk mengkritik. Bahkan melakukan aksi unjuk rasa. Akan tetapi harus dengan cara yang santun, dan tidak anarkistis hingga merusak fasilitas untuk kepentingan umum.

“Saya selaku kades tidak pernah melarang warga dah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya di muka umum. Asalkan tidak anarkistis dan merusak fasilitas umum,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya video Budi menantang mahasiswa berkelahi saat aksi demonstrasi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Budi bahkan terlihat melepas baju dan melontarkan kata-kata dengan emosi.

Insiden itu terjadi saat mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Kantor Desa Wadu Kopa, Senin (9/3/2026). Aksi tersebut berkaitan dengan dugaan penggelapan dana BUMDes.

“Kejadiannya tadi pagi, saat kami menggelar aksi demo di depan Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Wadu Kopa,” ujar koordinator aksi, Izul.