Jurnalis Diintimidasi Saat Liput Demo, AJI Desak Polda Bali Tindak Aparat

Posted on

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar mengutuk keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis. Pernyataan tersebut disampaikan setelah dua jurnalis, masing-masing dari infoBali dan Balitopik.com, menjadi korban intimidasi saat meliput aksi demonstrasi di Polda Bali dan DPRD Bali, Sabtu (30/8/2025).

Ketua AJI Denpasar, Ayu Sulistyowati, menilai insiden tersebut memperlihatkan bahwa kebebasan pers di Bali masih terancam. Menurut Ayu, kedua kejadian itu mengindikasikan adanya ancaman terhadap hak jurnalis dalam melaksanakan tugasnya.

“Kami AJI Denpasar tegas mengutuk segala kekerasan dan intimidasi tersebut. Kami menuntut Kepolisian Daerah (Polda) Bali untuk segera mengusut dan memberikan hukuman terhadap aparat yang melakukan intimidasi kepada kedua wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik mereka,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Ayu juga menyoroti bahwa jurnalis perempuan sering kali menjadi sasaran serangan dan intimidasi, terutama saat meliput isu-isu sensitif seperti konflik, kekerasan seksual, dan hak-hak perempuan.

“Memberikan dan membiarkan kekerasan terhadap jurnalis perempuan tidak hanya memperburuk ketimpangan di dunia media massa, tetapi juga membahayakan kebebasan pers,” jelas Ayu.

Lebih lanjut, Ayu menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran terhadap Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Pasal tersebut menjamin kebebasan pers, termasuk hak wartawan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

“Sesuai dengan Pasal 4 ayat 3 dan Pasal 8 Undang-Undang Pers, wartawan memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya,” tambah Ayu.

Ayu juga mengingatkan perusahaan media untuk lebih peduli terhadap keselamatan wartawan dengan menyediakan perlengkapan keamanan yang memadai saat meliput di lapangan.

“Solidaritas kami bagi seluruh jurnalis yang berani menegakkan hak publik atas informasi yang akurat dan independen. Kami juga menyerukan perlindungan penuh bagi wartawan, tanpa pengecualian, baik anggota AJI maupun bukan,” tegas Ayu.

Sebelumnya, jurnalis infoBali Fabiola Dianira diintimidasi aparat saat meliput unjuk rasa di DPRD Bali. Dia dipaksa untuk mengapus gambar dari ponselnya saat hendak merekam aparat yang menangkap seorang pendemo. Intimidasi juga terjadi kepada jurnalis Balitopik.com yang sedang merekam siaran langsung di Mapolda Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *