Pelatih Bali United Johnny Jansen kesal lantaran pernyataannya saat diwawancarai media Belanda dipelintir oleh akun media sosial (medsos) di Indonesia. Pernyataan Johhny Jansen itu terkait perekrutan pemain sejumlah klub sepakbola Indonesia yang tidak melibatkan talent scouting dan hanya berbekal potongan video.
“Saya memang diwawancarai media di Belanda dan salah satunya membahas soal talent scouting di Indonesia. Tapi media sosial di sini membuat caption yang keliru,” ujar Johnny Jansen, Senin (5/1/2026).
“Saya tidak pernah mengatakan hal tersebut. Itu bukan kata yang saya ucapkan, ini pasti salah tafsir,” imbuhnya.
Berdasarkan narasi yang berkembang di media sosial, Johnny Jansen disebut mengkritik sistem pencarian bakat oleh mayoritas klub yang berlaga di BRI Super League. Sebab, klub-klub tersebut tidak memiliki tim scouting khusus yang bertugas merekrut pemain.
Walhasil, proses rekutmen pemain asing di Indonesia lebih banyak berdasarkan rekomendasi agen pemain maupun melalui cuplikan video calon pemain yang beredar di YouTube. Sistem scouting tanpa observasi langsung seperti ini dinilai membuat klub kesulitan menilai kualitas calon pemain yang hendak direkrut.
Johnny Jansen mengatakan pengelola media sosial di Indonesia keliru mengartikan pernyataannya tentang talent scouting sepakbola di Indonesia. Ia menjelaskan pernyataan talent scouting yang dimaksud adalah mengembangkan pemain muda U-16 agar rutin berlatih bersama tim senior.
Juru taktik asal Belanda itu menilai cara tersebut akan efektif dalam melihat potensi pemain secara langsung. “Saya selalu tekankan bagaimana caranya agar sistem scouting lebih bagus, bukan berati sistem perekrutan sebelumnya jelek,” ujar Johhny Jansen.
Jhonny Jansen mengakui sistem pencarian pemain sepakbola oleh klub-klub di Indonesia berbeda dengan tradisi sepakbola di Belanda. Meski begitu, dia menegaskan tak bermaksud untuk mengubah sistem pencarian bakat di Indonesia agar sama seperti kultur sepakbola di Eropa.
Pelatih berkepala plontos itu menjelaskan tujuannya datang ke Indonesia, khususnya Bali United, adalah untuk mengembangkan pemain muda. Ia menekankan tidak ada maksud ingin mengubah sistem yang telah berjalan.
“Saya selalu berbicara intens dengan direktur teknik klub termasuk pemilik soal pengembangan pemain muda,” pungkasnya.
Johnny Jansen mengatakan pengelola media sosial di Indonesia keliru mengartikan pernyataannya tentang talent scouting sepakbola di Indonesia. Ia menjelaskan pernyataan talent scouting yang dimaksud adalah mengembangkan pemain muda U-16 agar rutin berlatih bersama tim senior.
Juru taktik asal Belanda itu menilai cara tersebut akan efektif dalam melihat potensi pemain secara langsung. “Saya selalu tekankan bagaimana caranya agar sistem scouting lebih bagus, bukan berati sistem perekrutan sebelumnya jelek,” ujar Johhny Jansen.
Jhonny Jansen mengakui sistem pencarian pemain sepakbola oleh klub-klub di Indonesia berbeda dengan tradisi sepakbola di Belanda. Meski begitu, dia menegaskan tak bermaksud untuk mengubah sistem pencarian bakat di Indonesia agar sama seperti kultur sepakbola di Eropa.
Pelatih berkepala plontos itu menjelaskan tujuannya datang ke Indonesia, khususnya Bali United, adalah untuk mengembangkan pemain muda. Ia menekankan tidak ada maksud ingin mengubah sistem yang telah berjalan.
“Saya selalu berbicara intens dengan direktur teknik klub termasuk pemilik soal pengembangan pemain muda,” pungkasnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.






