Jenazah pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dipindahkan ke Bali hari ini. Jenazah korban kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu diterbangkan ke Bali sebelum dibawa pulang ke negara asalnya, Spanyol.
Pemindahan dilakukan lantaran terbatasnya lemari pendingin atau freezer mayat RSUD Komodo di Labuan Bajo. Jenazah Fernando diberangkatkan menggunakan maskapai Batik Air dari Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo.
“Berangkat pukul 13.40 Wita dengan Batik Air,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, Senin (5/1/2026).
Budi adalah pendamping keluarga korban di Labuan Bajo. Istri, anak bungsu, dan sejumlah keluarga Fernando masih berada di Labuan Bajo.
Menurut Budi, keluarga segera memindahkan jenazah Fernando ke Bali agar freezer mayat di RSUD Komodo dalam kondisi kosong. Freezer mayat yang kosong itu disiapkan untuk dua anak Fernando jika mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Freezer itu disiapkan untuk dua korban yang belum ditemukan,” ujar Budi.
Diketahui, Fernando bersama istri dan empat anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Jumat (26/12/2025). Hanya istri dan seorang anak Fernando yang selamat dan berhasil dievakuasi dalam insiden nahas tersebut.
Fernando dan seorang putrinya ditemukan tewas mengapung di perairan sekitar lokasi kapal tenggelam. Kini, tersisa dua anak laki-laki Fernando yang masih hilang dan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Adapun, jenazah putri Fernando yang berusia 12 tahun sebelumnya telah dipindahkan ke Bali pada Rabu (31/12/2025) atau dua hari setelah ditemukan. Pertimbangannya sama karena freezer mayat di RSUD Komodo terbatas.






