Badung –
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung memulai pengerjaan fisik perbaikan jembatan penghubung Banjar Pegending (Dalung) dan Desa Adat Padonan (Tibubeneng), Kecamatan Kuta Utara, yang jebol. Sejumlah pekerja nampak mulai memasang box culvert atau gorong-gorong beton bertulang di lokasi proyek pada Senin (9/3/2026).
“Ya, pekerjaan perbaikan sudah dimulai hari ini. Saat ini petugas juga sedang memasang jaringan pipa di sekitar saluran air,” ujar salah satu petugas di lokasi proyek, Senin (9/3).
Pantauan di lokasi menunjukkan pengerjaan pemasangan beton pracetak tersebut berjalan beriringan dengan penataan saluran air. Setelah tahap ini tuntas, pelaksana proyek tinggal melakukan pemadatan material tanah sebelum akhirnya dilapis dengan aspal baru.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Jembatan tersebut ambrol total sejak Sabtu (14/2/2026) lalu akibat gerusan air Sungai Campuhan. Struktur lama yang masih menggunakan pasangan batu kali dinilai sudah termakan usia dan tidak mampu menahan debit air tinggi.
“Kami mengganti gorong jembatan dari batu kali dengan box culvert. Pilihan ini diambil karena struktur lama berbahan batu kali sudah tidak layak atau menggunakan teknologi lama,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra.
Teddy menjelaskan material box culvert berukuran 3 x 2 meter tersebut dipesan khusus di Surabaya, Jawa Timur. Proyek ini dialokasikan dari anggaran pemeliharaan mencapai Rp 1 hingga 1,5 miliar.
“Struktur bawah jembatan yang masih pakai pasangan batu kali itu memang sudah termakan usia. Padahal bagian atas jalan sudah diperbaiki kualitas aspalnya 2025 lalu,” jelas Teddy.
Akibat jebolnya akses utama ini, arus lalu lintas antara Dalung dan Tibubeneng sempat terputus selama beberapa pekan. PUPR Badung meminta masyarakat tetap bersabar dan terus menggunakan jalur alternatif sampai proses pengaspalan selesai dilakukan.
