Jelang Semana Santa Larantuka, Ratusan Peziarah Mulai Mendaftar

Posted on

Flores Timur

Ratusan peziarah dari berbagai daerah mulai mendaftar untuk menghadiri tradisi Semana Santa atau Hari Bae (Hari Baik) di Keuskupan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Semana Santa di Larantuka berlangsung saat pekan suci menuju Paskah.

Pastor Paroki Katedral Larantuka, Romo Lukas Laba Erap, membenarkan adanya peziarah yang mulai mendaftar. Diketahui, rangkaian Semana Santa tahun ini berlangsung dari 29 Maret hingga 5 April 2026. Adapun, puncak Semana Santa jatuh pada 3 April mendatang.

“Sudah (mendaftar),” kata Romo Lukas singkat, Senin (9/3/2026). Ia membenarkan ratusan peziarah yang sudah mendaftar untuk mengikuti rangkaian Semana Santa di Larantuka.

Berdasarkan data yang diterima, jumlah warga yang mendaftar Semana Santa per Senin (9/3) sudah mencapai 136 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Jawa, Kalimantan, dan lainnya. Bahkan, ada pula warga negara asing (WNA) yang sudah mendaftar.

Warga yang sudah mengikuti rangkaian Semana Santa itu biasanya tinggal di hotel, homestay, maupun rumah-rumah warga di Kota Larantuka. Saat ini, umat Katolik di Larantuka memasuki masa pra-Paskah.

Persiapan perayaan Paskah dan kedatangan para peziarah dilakukan dengan pembersihan jalan di Larantuka. Seperti diketahui, Larantuka dikenal sebagai pusat tradisi Katolik tertua di Indonesia. Salah satu tradisi di Larantuka dan tidak ditemukan di daerah-daerah lainnya adalah Semana Santa.

Tradisi Semana Santa adalah ritual yang ditujukan kepada Yesus dan Bunda Maria (Mater Dolorosa) yang berkabung saat menyaksikan penderitaan anaknya sebelum disalib. Rangkaian Semana Santa berlangsung sekitar satu pekan, mulai dari Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.

Biasanya, ribuan peziarah tumpah ruah mengiringi pertemuan Tuan Ma, Tuan Meninu, dan Tuan Ana ke Gereja Katedral Renha Rosari Keuskupan Larantuka. Sepanjang jalan, para peziarah mendaraskan doa dan menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan.

Tuan Ma merupakan patung berwujud Bunda Maria yang ditemukan di pinggir Pantai Larantuka pada tahun 1510. Kemudian, Tuan Ana merupakan patung Yesus. Ada pula Tuan Meninu atau bayi Yesus ditemukan sekitar 100 tahun setelah penemuan patung Tuan Ma.