Jelang Nyepi, Bramasta Bali Kebanjiran Order Hamper hingga 3.000 Paket

Posted on

Badung

Usaha kerajinan dan perlengkapan upacara di Bali, Bramasta Bali di Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, mulai sibuk melayani lonjakan pesanan hampers atau parsel menjelang Hari Raya Nyepi. Pemilik usaha mencatat pesanan sudah mulai masuk sejak dua bulan sebelum hari raya dengan volume permintaan yang meningkat drastis.

“Pesanan itu biasanya H-2 bulan sudah masuk. Isinya bervariasi ya, ada dari dupa, ada juga dari cookies kayak gitu, sama snack-snack ya tergantung permintaan juga jadi kami by request,” ujar pemilik Bramasta Bali, Via, ditemui di tokonya, Minggu (8/3/2026).

Pelanggan mayoritas berasal dari beberapa kota di wilayah Bali yang didominasi oleh sektor perbankan, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta. Sementara untuk pesanan perorangan biasanya baru mulai ramai masuk sekitar satu hingga dua minggu sebelum hari H Nyepi.

“Bank-bank, Polres, kayak gitu-gitu, ada juga perusahaan-perusahaan perorangan sih. Itu sudah biasanya PO lama-lama karena mengambilnya satu instansi itu bisa sampai 200-400 parsel gitu,” tutur Via.

Harga paket yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari Rp 100 ribu hingga paket premium seharga Rp 2 juta per unit. Meski diproduksi di Bali, material kerajinan ini melibatkan pengrajin lokal serta kiriman bahan baku dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Paling murah Rp 100 ribu ada, sampai Rp 2 juta ada juga. Memang di kerajinan. Parsel, hampers-hampers gitu ada,” jelasnya.

Lonjakan omzet menjelang hari raya ini diklaim mencapai 200 persen dibandingkan hari-hari biasa. Dalam satu periode hari raya, Bramasta Bali mampu memproduksi ribuan paket hamper dengan bantuan enam orang pekerja.

“Kalau selisih ditanya lumayan juga sih selisihnya bisa sampai 200 persen kayak gitu. Bisa sampai 2.000-3.000 pieces, per hari raya ya,” ungkap Via.

Selain Nyepi, usaha yang berdiri sejak tahun 2020 ini juga melayani pesanan untuk hari raya Galungan, Kuningan, hingga Tahun Baru. Pada hari biasa, mereka tetap beroperasi dengan menyediakan suvenir untuk acara pernikahan maupun upacara tiga bulanan.

“Tetap ada, kita biasanya nyari suvenir-suvenir untuk nikahan, acara tiga bulanan kayak gitu. Responsnya rata-rata positif sih karena rata-rata yang kita ambil itu juga sudah langganan ya, dan dari mulut ke mulut tentunya,” pungkasnya.