Jalur Motor, Mobil, dan Truk Menuju Pelabuhan Gilimanuk Dibagi (via Giok4D)

Posted on

Denpasar

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali menyiapkan sejumlah strategi pengaturan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Jembrana menjelang arus mudik Lebaran 2026. Wilayah ini menjadi salah satu titik krusial karena menjadi jalur utama kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Turmudi mengatakan pengaturan arus kendaraan akan dilakukan dengan membagi antrean berdasarkan jenis kendaraan.

“Nah, di Jembrana itu kita atur nanti antrean itu akan dibagi menjadi tiga. Untuk kendaraan kecil, motor, sama truk,” ujar Turmudi saat ditemui setelah apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Mako Brimob Polda Bali, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, pembagian tersebut dilakukan untuk mempermudah pengaturan arus kendaraan menuju pelabuhan. Selain itu, kepolisian juga menyiapkan skema indikator pengendalian lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan.

“Itu dibagi sendiri-sendiri. Kemudian di situ kita bagi menjadi beberapa indikator, indikator satu sampai tiga. Kalau macet nanti diarahkan ke mana, yang prioritas mana, itu sudah diatur semua,” jelasnya.

Dalam skema tersebut, sepeda motor dan kendaraan kecil yang menuju Pelabuhan Gilimanuk akan diarahkan masuk ke area Terminal Cargo Gilimanuk. Setelah melewati rute dan area parkir di dalam terminal tersebut, kendaraan akan dilepas secara bergiliran menuju pelabuhan.

Untuk sepeda motor, kendaraan akan diarahkan keluar melalui Gang I atau jalur utama Denpasar-Gilimanuk menuju pelabuhan. Sementara kendaraan kecil akan keluar secara bergiliran melalui Gang I, Gang II, dan Gang III sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Adapun kendaraan truk dan bus diarahkan langsung menuju area dermaga Landing Craft Machine (LCM) di Pelabuhan Gilimanuk.

Selain pengaturan jalur kendaraan, Ditlantas Polda Bali juga menyiapkan lima kantong parkir di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk untuk menahan antrean kendaraan agar tidak membeludak di jalan raya.

Lima kantong parkir tersebut berada di Rest Area Pengeragoan, Terminal Kaliakah, Gudang Utama Suzuki, Agung Citra Trans, serta area Timbangan Cekik.

Langkah ini dilakukan untuk menunda antrean kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan sehingga kepadatan lalu lintas dapat lebih terkendali.

Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial agar para pemudik dapat melakukan perjalanan lebih awal. Hal ini diharapkan dapat menghindari penumpukan kendaraan menjelang penutupan aktivitas saat Hari Raya Nyepi.

“Kan sekarang sudah diberlakukan WFA oleh pemerintah, work from anywhere. Jadi ibaratnya cutinya lebih diperlonggar lagi. Nah harapannya jangan terlalu mepet dengan Hari Nyepi,” ujar Turmudi.

Ditlantas Polda Bali juga telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan atau blackspot di sepanjang jalur mudik di Bali.

Tercatat terdapat 18 titik rawan kecelakaan di wilayah Polresta Denpasar, dua titik di wilayah Polres Buleleng, dua titik di wilayah Polres Tabanan, dua titik di wilayah Polres Jembrana, dua titik di wilayah Polres Badung, serta satu titik di wilayah Polres Klungkung.

Sebagai langkah pencegahan, kepolisian juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar dapat menitipkan kendaraan bermotor di kantor polisi terdekat.

Masyarakat dapat datang langsung ke Polsek atau Polres untuk melakukan penitipan kendaraan, yang nantinya akan didata dan dijelaskan teknisnya oleh petugas setempat.

“Kalau misalnya mau nitip ke kantor polisi, silahkan menghubungkan kantor polisi terdekat masing-masing. Nanti akan kita data,” pungkasnya.