Jadwal Buka Puasa Wilayah NTT 3 Maret 2026/13 Ramadhan 1447 H

Posted on

Denpasar

Bulan Ramadhan adalah momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di NTT dan sekitarnya. Setiap harinya, umat Islam menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih teratur, berikut ini adalah jadwal buka puasa untuk Selasa, 3 Maret 2026 / 13 Ramadhan 1447 H untuk wilayah Bali dan sekitarnya.

Jadwal Buka Puasa Wilayah NTT dan Sekitarnya untuk Selasa, 3 Maret 2026 / 13 Ramadhan 1447 H.

Kota Kupang

Maghrib: 18.08 WITA

Isya: 19.18 WITA

Kabupaten Kupang

Maghrib: 18.08 WITA

Isya: 19.18 WITA

Kabupaten Timor Tengah Selatan

Maghrib: 18.10 WITA

Isya: 19.16 WITA

Kabupaten Timor Tengah Utara

Maghrib: 18.05 WITA

Isya: 19.14 WITA

Kabupaten Belu

Maghrib: 18.03 WITA

Isya: 19.13 WITA

Kabupaten Malaka

Maghrib: 18.03 WITA

Isya: 19.13 WITA

Kabupaten Rote Ndao

Maghrib: 18.11 WITA

Isya: 19.21 WITA

Kabupaten Manggarai Barat

Maghrib: 18.23 WITA

Isya: 19.32 WITA

Kabupaten Sabu Raijua

Maghrib: 18.16 WITA

Isya: 19.26 WITA

Doa Buka Puasa

Waktu berbuka tidak hanya tentang menghilangkan rasa haus dan lapar, tetapi juga merupakan saat dimana doa-doa dikabulkan dengan sangat kuat.

Oleh karena itu, disarankan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa saat berbuka puasa. Salah satu doa yang dapat diucapkan adalah doa yang sering dibaca ketika berbuka.

Dikutip dari berdasarkan penjelasan Ustadz Adi Hidayat dalam video “Tentang Doa Berbuka Puasa (Part 2)” yang diunggah ke kanal YouTube resminya, kamu dapat mengamalkan dua doa berikut saat berbuka puasa:

Versi Pertama

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah.” (HR Abu Daud)

Versi Kedua

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiin.

Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan keterangan Ustadz Adi Hidayat, cara mengamalkan doa buka puasa di atas dapat dengan menggabungkannya. Jadi, doa Dzahabazh zhoma’u dibaca sebagai pembuka, kemudian diikuti dengan doa Allahumma laka shumtu.

Kapan waktu yang tepat membacakan doa buka puasa? Dilansir laman Almanhaj, Rasulullah biasanya membacakan doa Dzahabazh zhoma’u selepas ia membatalkan puasanya.

Ini juga sesuai dengan arti dari bacaan doa buka puasa tersebut, yaitu “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah…”