Jadwal Buka Puasa Wilayah Bali 25 Februari 2026/7 Ramadan 1447 Hijriah | Info Giok4D

Posted on

Denpasar

Ramadan adalah momen yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Bali. Umat Islam setiap hari menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Guna membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih teratur, berikut jadwal buka puasa Rabu, 25 Februari 2025/7 Ramadan 1447 H khusus wilayah Bali.

  • Kabupaten Badung
    Maghrib: 18.44 Wita.
    Isya: 19.54 Wita.
  • Kabupaten Bangli
    Maghrib: 18.44 Wita.
    Isya: 19.54 Wita.
  • Kabupaten Buleleng
    Maghrib: 18.44 Wita.
    Isya: 19.54 Wita.
  • Kabupaten Gianyar
    Maghrib: 18.44 Wita.
    Isya: 19.54 Wita.
  • Kabupaten Jembrana
    Maghrib: 18.47 Wita.
    Isya: 19.57 Wita.
  • Kabupaten Karangasem
    Maghrib: 18.43 Wita.
    Isya: 19.53 Wita.
  • Kabupaten Klungkung
    Magrib: 18.43 Wita.
    Isya: 19.53 Wita.
  • Kabupaten Tabanan
    Magrib: 18.45 Wita.
    Isya: 19.55 Wita.
  • Kota Denpasar
    Magrib: 18.44 Wita.
    Isya: 19.54 Wita.

Doa Buka Puasa

Waktu berbuka tidak hanya tentang menghilangkan rasa haus dan lapar, tetapi juga merupakan saat doa-doa dikabulkan dengan sangat kuat. Oleh karena itu, disarankan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa saat berbuka puasa. Salah satu doa yang dapat diucapkan adalah doa yang sering dibaca ketika berbuka.

Dikutip dari berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat dalam video “Tentang Doa Berbuka Puasa (Part 2)” yang diunggah ke kanal YouTube resminya, detikers dapat mengamalkan dua doa berikut saat berbuka puasa.

  • Versi Pertama

    ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insyaallah.” (HR Abu Daud)

  • Versi Kedua

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan keterangan Ustaz Adi Hidayat, cara mengamalkan doa buka puasa di atas dapat dengan menggabungkannya. Jadi, doa Dzahabazh zhoma’u dibaca sebagai pembuka, kemudian diikuti dengan doa Allahumma laka shumtu.

Kapan waktu yang tepat membacakan doa buka puasa? Dilansir laman Almanhaj, Rasulullah biasanya membacakan doa Dzahabazh zhoma’u selepas ia membatalkan puasanya. Ini juga sesuai dengan arti dari bacaan doa buka puasa tersebut, yaitu “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah…”.