Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah PMI Jembrana yang Meninggal di Rusia

Posted on

Jembrana

Suasana haru menyelimuti Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Ni Made Dwi Arya Wati (36), pekerja migran Indonesia (PMI) yang meninggal di Rusia, tiba di rumah duka, Rabu (4/3/2026).

Perempuan yang akrab disapa Dek Wati ini sebelumnya dinyatakan meninggal pada pertengahan Februari 2026. Setelah melalui proses administrasi di Negeri Beruang Merah, jenazahnya akhirnya tiba di tanah kelahiran.

Jenazah Dek Wati mendarat di Terminal Kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 08.05 Wita. Setelah prosedur bandara rampung, ambulans berangkat pukul 09.45 Wita dan tiba di rumah duka sekitar pukul 11.45 Wita.

Proses penjemputan didampingi langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Penempatan, Pelatihan, Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Disnakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa, bersama suami almarhumah, I Wayan Joki Angga Dwipayana (46), serta Satuan Tugas (Satgas) Asosiasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (AP3MI) Bali.

“Proses pemulangannya cukup cepat karena yang bersangkutan berangkat secara prosedural dengan kontrak dan visa kerja resmi,” ungkap Agus Arimbawa saat dikonfirmasi.

Agus menjelaskan jenazah diberangkatkan dari Rusia pada 2 Maret 2016. Meski perjalanan jauh, ia memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses pemulangan. Terkait prosedur hukum di Rusia, keluarga sempat mengajukan surat penolakan autopsi agar jenazah bisa lebih cepat dipulangkan, tetapi hal itu tidak bisa dikabulkan.

“Keluarga sempat memohon tidak diautopsi, tetapi karena perspektif hukum di sana berbeda dan bersifat wajib, prosedur tersebut tetap dijalankan,” kata Agus.

Agus mengungkapkan hasil resmi autopsi biasanya baru akan keluar sekitar dua bulan ke depan. Saat ini, otoritas terkait baru mengeluarkan surat keterangan kematian. “Kami juga masih menunggu hasil autopsi,” ujar Agus.

Keluarga telah menyiapkan rangkaian upacara adat untuk melepas kepergian almarhumah. Prosesi nyiraman layon (pemandian jenazah) dilakukan pada Jumat (6/3/2026) dan upacara pengabenan di Setra Pergung dilaksanakan Sabtu (7/32/2016).