Jembrana –
Jenazah I Made Berta Mahendra (22), mahasiswa magang yang meninggal di Malaysia, akhirnya tiba di kampung halamannya. Kedatangan jenazah di rumah duka Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, disambut isak tangis histeris keluarga, Kamis (29/1/2026) malam.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, menjelaskan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 21.45 Wita.
“Proses pemulangan jenazah almarhum berjalan aman dan lancar dan disambut haru oleh pihak keluarga. Almarhum tiba di Terminal Cargo Bandara Ngurah Rai Bali sekitar pukul 19.28 Wita,” ungkap Arimbawa saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Arimbawa menjelaskan, setibanya di bandara, tim dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali bersama Disnakerperin Jembrana langsung melakukan pengecekan dokumen dan pencabutan berkas. Proses ini disaksikan langsung oleh perwakilan keluarga almarhum.
Setelah administrasi dinyatakan lengkap, serah terima jenazah dilakukan dari BP3MI Bali kepada keluarga sekitar pukul 19.40 Wita. Mobil jenazah yang membawa jasad mahasiswa itu kemudian dikawal menuju Jembrana.
Suasana haru menyelimuti penyerahan jenazah kepada orang tua almarhum, I Ketut Budiarta (61) dan Ni Luh Martini (56). Tangis pecah lantaran Made Berta merupakan putra laki-laki tunggal di keluarga tersebut.
“Kedatangan almarhum disambut isak tangis keluarga yang sudah menunggu. Apalagi korban ini merupakan anak laki-laki satu-satunya dari keluarga tersebut,” tutur Arimbawa.
Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka. Rencananya, prosesi ritual pengabenan untuk Made Berta akan dilaksanakan pada 5 Februari 2026.
“Semoga hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian korban segera keluar. Untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” harap Arimbawa.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.






