Iqbal Buka Gelegar Lentera Ramadan-Cairkan Dana Pendamping Desa Rp 500 Juta

Posted on

Mataram

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal membuka Gelegar Lentera Ramadan 2026 di Taman Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Lombok Utara, Rabu (25/2/2026). Pembukaan acara dimeriahkan penampilan penyanyi religi Opick.

Iqbal mengatakan event Ramadan tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya karena menekankan pemerataan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Tahun lalu kegiatan Ramadan lebih terpusat di satu lokasi. Sekarang kami sebar di beberapa daerah,” ujar Iqbal di Lombok Utara, Rabu (25/2/2026) sore.

Dia mengatakan pemberdayaan ekonomi rakyat harus didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota agar pelaku usaha lokal merasakan dampak langsung perputaran ekonomi selama bulan Ramadan.

“Semangat pemberdayaan UMKM yang sebelumnya ada dalam Pesona Khazanah Ramadan dan terpusat di kawasan Islamic Center Hubbul Wathan harus didistribusikan ke daerah-daerah, sehingga UMKM dari kabupaten/kota lainnya juga turut merasakan,” ujar dia.

Gelegar Lentera Ramadan 2026 akan dilaksanakan secara bertahap dimulai dari Lombok Utara pada 25 Februari hingga 1 Maret 2026, kemudian berlanjut ke Kota Bima pada 2-3 Maret 2026, lalu ke Lombok Tengah pada 4-8 Maret 2026, dan ditutup kembali di kawasan Islamic Center Hubbul Wathan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB Ahmad Nur Aulia menjelaskan bahwa Gelegar Lentera Ramadan ini dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Event ini menghadirkan ruang syiar keagamaan dan hiburan religi bagi masyarakat.

“Kami bermitra dengan Bank NTB Syariah untuk event ini. Berkah Ramadan harus sampai ke keluarga-keluarga pelaku UMKM,” katanya.

Aulia menyebut Gelegar Lentera Ramadan ini dibuka langsung oleh Opick. Tujuan mendatangkan Opick untuk menghibur masyarakat.

“Event ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun kegiatan berbasis budaya dan religi yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah serta pemerataan aktivitas ekonomi antarwilayah NTB,” ujarnya.

Penyanyi dengan nama asli Aunur Rofiq Lil Firdaus itu mengaku senang kembali ke NTB. Menurut Opick, suasana kali ini terasa berbeda dengan kedatangannya ke NTB sebelum-sebelumnya.

“Hari ini cuaca hujan. Semoga ibadah puasa kita semua lancar,” timpal Opick sebelum membawakan lagu Maulana di atas panggung Gelegar Lentera Ramadan di Lombok Utara.

Iqbal Sebut Dana Pendamping Desa Berdaya Rp 500 Juta Segera Cair

Iqbal memberikan arahan kepada para pendamping program Desa Berdaya di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Iqbal meminta, para pendamping desa bisa memberikan data warga miskin secara riil di lapangan ke pemerintah desa.

“Jangan berpikir para pendamping desa bisa menyelesaikan semua masalah di desa. Intinya semua temuan di lapangan bisa berkoordinasi dengan kepala desa,” kata Iqbal saat memberikan arahan kepada para pendamping desa berdaya di halaman kantor Desa Sigar Penyalin, Lombok Utara, Rabu (25/2/2026).

Iqbal mengatakan tugas pendamping desa adalah mendata dan transfer aset kepada kepala keluarga yang sulit keluar dari jurang kemiskinan. Pendamping desa berdaya, Iqbal berujar, bisa berdiskusi, berbicara kepada warga miskin terkait apa kebutuhan dan aset yang dibutuhkan.

“Nanti juga akan kami siapkan Rp 500 juta per desa. Tapi ini perlu kami intervensi per desa seperti apa kebutuhan masing-masing desa,” ujar Iqbal.

Selain pemerintah NTB, tutur Iqbal, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat juga akan melakukan intervensi langsung kepada masyarakat miskin ekstrem di NTB. “Jadi kami sama sama menyelesaikan persoalan di desa. Termasuk soal kemiskinan,” ujarnya.

Iqbal mendorong, pendamping desa mencetuskan solusi konkrit terhadap keberadaan hotel-hotel mewah di Desa Sigar Penyalin. Masyarakat harus bisa memanfaatkan potensi lokal agar dilirik oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pantai Sire dan sekitarnya.

“Kami harap bisa kembangkan potensi lokal. Jadi orang luar itu suka dengan suasana bersih tapi sederhana. Jadi pengen sesuatu yang berbeda dengan yang di Eropa atau negara lain,” ujarnya.

Kepala Desa Sigar Penyalin, Zawil Fadli, mengaku dari 106 desa miskin di NTB, Sigar Penyalin termasuk daerah miskin ekstrem. Kondisi tersebut membuat dirinya mendukung penuh program desa berdaya.

“Jumlah warga miskin ekstrem kami di Desa Sigar Penjalin ini ada 100 KK. Jadi kondisi huniannya, kondisi kesehatan, kondisi pendidikan, dan kebutuhan dasarnya perlu diperhatikan,” kata Zawil.

Program Desa Berdaya diharapkan bisa memberikan intervensi secara intensif kepada warga miskin agar kualitas hidupnya meningkat. Zawil menegaskan 2 pendamping program Desa Berdaya di Sigar Penjalin bisa mendampingi warga miskin ekstrem di Desa Sigar Penjalin dengan pendekatan transformatif dan tematik.

“Ya harapan kami bisa diintervensi kemudian dengan program-program seperti usaha-usaha mungkin bagi mereka, sehingga dengan modal usaha yang mereka miliki nanti bisa mengembangkan usaha dan bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari,” tegasnya.