Injourney Dukung Bandara Lombok Jadi Pusat Transit, Iqbal: Perlu Pembenahan baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Mataram

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong Bandara Internasional Lombok dikembangkan menjadi pusat transit atau hub-and-spoke penerbangan di wilayah Indonesia bagian timur. Upaya itu dinilai membutuhkan pembenahan desain bandara serta penambahan rute penerbangan internasional.

Menurut Iqbal, arah pengembangan NTB ke depan semakin menguat sebagai hub penerbangan. Saat ini, pemerintah daerah telah menambah sejumlah rute baru dan tengah menyiapkan pembukaan penerbangan internasional.

“Sekarang NTB sudah hampir pasti arahnya adalah jadi hub. Kita sudah nambah 7 penerbangan domestik baru. Insya Allah bulan depan 2 internasional kita akan buka dan setelahnya akan ada lagi 1 internasional,” kata Iqbal seusai rapat bersama Injourney dan PT Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) di Hotel Lombok Astoria, Rabu sore (4/2/2026).

Iqbal juga menyebut Bandara Lombok berpotensi menjadi fifth freedom, yakni lokasi singgah pesawat berbadan lebar dengan jarak tempuh penerbangan jauh.

“Jadi bisa lewat sini mampir menuju ke Australia. Kemudian kita juga ada seaplane. Ini akan diintegrasikan nanti dengan airport kita,” ujarnya.

Desain Bandara Perlu Diubah

Namun demikian, Iqbal mengakui tantangan utama pengembangan Bandara Lombok sebagai hub-and-spoke terletak pada desain bandara yang sejak awal tidak dirancang untuk fungsi tersebut.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Dulu didesain tidak jadi hub. Jadi ini perlu perubahan desain, perlu modifikasi dan sebagainya, nah tadi langsung diakomodir oleh Injourney,” katanya.

Ia pun mendukung rencana modifikasi Bandara Lombok agar lalu lintas udara dan kenyamanan penumpang transit dapat ditingkatkan.

“Ruang tunggu, sistem bagasinya harus lebih baik dan sebagainya,” ucapnya.

Selain pengembangan bandara, Iqbal juga membuka peluang kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta untuk melayani tamu-tamu penting, termasuk investor dan delegasi internasional.

“Bandara VIP bisa kita kerjasamakan dengan pihak swasta untuk melayani tamu-tamu penting mereka. Bahkan, saya sudah menyiapkan satu unit mobil listrik di sana sebagai bagian dari layanan ramah lingkungan,” tambahnya.

Mandalika Masuk Distrik Tematik

Dalam masterplan terbaru, kawasan Mandalika dikembangkan ke dalam sejumlah distrik tematik, mulai dari Kuta District, Circuit District, Marina West, West Lagoon, Golf Resort Community, hingga Merese Sunset Hill District.

Berbagai fasilitas unggulan juga disiapkan, seperti sirkuit internasional Mandalika beserta ekosistem otomotifnya, kawasan MICE, hotel dan resor bintang lima, marina, lapangan golf 27-hole, pusat budaya, hingga Mandalika Central Park sebagai ruang publik utama.

Dukungan InJourney

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Maya Watono menyatakan dukungan terhadap pengembangan Bandara Lombok dan Mandalika sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Ia mendorong transformasi sektor penerbangan dan pariwisata nasional melalui penguatan konektivitas internasional dan pengembangan destinasi unggulan.

“InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu dari hulu ke hilir. Karena itu, penguatan bandara, destinasi, hingga layanan pendukung harus berjalan selaras agar manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Maya.

Saat ini, InJourney mengelola 37 bandara dengan layanan lebih dari 156 juta penumpang per tahun serta mengembangkan destinasi prioritas nasional seperti Mandalika, Nusa Dua, dan Golo Mori.

Melalui enam pilar bisnis, yakni bandara, layanan aviasi, pengembangan pariwisata, manajemen destinasi, perhotelan, dan ritel, InJourney mendorong pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan UMKM.

“Bandara Lombok menegaskan kesiapannya menjadi hub baru pariwisata dan logistik Indonesia Timur,” ujarnya.

Maya menambahkan, Bandara Lombok memiliki kapasitas terminal hingga 7 juta penumpang per tahun serta fasilitas airside yang mampu melayani pesawat wide body hingga Boeing 777. Kondisi ini dinilai siap menangkap peluang pasar baru pascapandemi.

Sepanjang 2025, kinerja Bandara Lombok menunjukkan pemulihan signifikan. Pergerakan penumpang dan pesawat telah melampaui 80 persen dibandingkan periode sebelum pandemi, sementara sektor kargo tumbuh lebih dari 130 persen, didorong e-commerce domestik, logistik event internasional, serta komoditas perikanan.

Dari sisi konektivitas, Bandara Lombok melayani 15 rute domestik serta rute internasional ke Singapura dan Malaysia, dengan rencana pembukaan rute baru ke Darwin, Australia. Penguatan slot penerbangan pada Summer 2026 semakin menegaskan peran Lombok sebagai penghubung Bali, NTB, NTT, hingga pasar global.

“Tidak hanya sebagai simpul transportasi, Bandara Lombok juga diposisikan sebagai face and pride of Indonesia,” katanya.

InJourney juga menyiapkan investasi landside dan airside senilai lebih dari Rp130 miliar untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, estetika terminal, serta menonjolkan identitas budaya NTB melalui konsep Dress Up NTB dan ikon baru Mayung Lombok.

“Ke depan, kawasan bandara Lombok Selaparang Area akan dikembangkan sebagai pusat kreatif, sportainment, logistik, dan UMKM, guna membangun ekosistem bandara terpadu yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat daerah,” tandasnya.