Manggarai Barat –
Sudah lebih dari satu bulan wisatawan tak bisa mengunjungi Taman Nasional Komodo dan sejumlah destinasi di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penutupan pelayaran kapal wisata membuat akses laut ke sejumlah titik wisata dihentikan sementara.
Meski demikian, masih ada sejumlah destinasi wisata di daratan Labuan Bajo yang tetap bisa dikunjungi wisatawan. Pilihannya beragam, mulai dari wisata alam hingga atraksi budaya.
Destinasi darat tersebut ada yang dikelola Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif (Disparekrafbud) Manggarai Barat. Ada pula atraksi budaya di kampung-kampung adat yang dikelola masyarakat setempat.
“Goa Batu Cermin, Puncak Waringin, Ngalor Kalo,” kata Sekretaris Disparekrafbud Manggarai Barat Crispin Mesim, Minggu (1/2/2026).
Ketiga destinasi yang disebutkan Crispin dikelola oleh Disparekrafbud Manggarai Barat dan saat ini masih dibuka untuk kunjungan wisatawan. Sementara itu, tiga destinasi lain yang juga berada di bawah pengelolaan Disparekrafbud Manggarai Barat masih ditutup akibat cuaca buruk, yakni Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang.
Wisatawan yang berkunjung ke destinasi yang masih dibuka dikenakan tiket masuk oleh Disparekrafbud Manggarai Barat. Tarifnya Rp 50 ribu untuk wisatawan mancanegara dan Rp 20 ribu untuk wisatawan nusantara.
Goa Batu Cermin dan Puncak Waringin
Goa Batu Cermin berada di Kota Labuan Bajo, sekitar tujuh menit perjalanan darat dari Bandara Internasional Komodo. Objek wisata ini berupa gua terowongan yang berada di bukit batu dengan luas sekitar 19 hektare dan tinggi 75 meter.
Sinar matahari yang masuk melalui celah dinding gua memantulkan cahaya ke dinding batu lain di dalam gua, sehingga tampak seperti cermin. Stalaktit dan stalagmit di dalam gua juga terlihat berkilauan saat terkena cahaya senter maupun sinar matahari. Bagian gua yang tidak terkena cahaya tampak gelap sehingga pengunjung membutuhkan bantuan senter untuk melintas.
Selain Goa Batu Cermin, wisatawan juga bisa mengunjungi Puncak Waringin. Destinasi ini berada di dalam Kota Labuan Bajo dan dapat ditempuh sekitar lima menit dari Bandara Internasional Komodo.
Puncak Waringin berada di ketinggian dan menjadi salah satu spot favorit untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Dari lokasi ini, wisatawan dapat melihat panorama laut Labuan Bajo dengan ratusan kapal pinisi yang berlabuh.
Agrowisata dan Atraksi Budaya
Agrowisata Ngalor Kalo terletak di Desa Siru, Kecamatan Lembor, sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Labuan Bajo. Destinasi ini menawarkan pemandangan hamparan persawahan Lembor yang membentang luas.
Selain wisata alam, wisatawan juga dapat menyaksikan atraksi budaya Manggarai di Kampung Melo dan Kampung Cecer, Kecamatan Mbeliling, serta kampung adat lainnya di Manggarai Barat. Di kampung-kampung adat tersebut, wisatawan bisa menonton berbagai pertunjukan budaya, seperti tari caci dan Rangkuk Alu.
