Daftar Isi
Denpasar –
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam Islam. Banyak umat Muslim memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah, seperti sholat sunnah, dzikir, dan doa, sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di tengah suasana spiritual tersebut, muncul berbagai pertanyaan seputar amalan dan aktivitas yang boleh maupun tidak dilakukan. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan pasangan Muslim adalah mengenai hukum hubungan suami istri di malam Nisfu Syaban.
Apakah hubungan suami istri saat Nisfu Syaban diperbolehkan atau justru sebaiknya dihindari demi menjaga keberkahan malam yang penuh rahmat ini? Untuk menjawabnya, perlu pemahaman berdasarkan prinsip syariat Islam dan pandangan para ulama.
Bolehkah malam Nisfu Sya’ban berhubungan suami istri?
Dilansir dari artikel Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hukum berhubungan suami istri malam Nisfu Syaban adalah mubah dan diperbolehkan dalam Islam. Dalam Islam, tidak ada dalil yang melarang hubungan suami istri pada malam Nisfu Sya’ban.
Hubungan suami istri yang dilakukan dalam pernikahan sah hukumnya mubah (boleh), termasuk pada malam-malam istimewa seperti Nisfu Sya’ban, selama tidak melanggar syariat dan tidak melalaikan kewajiban ibadah.
Mengapa malam Nisfu Sya’ban dianggap istimewa?
Malam penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai malam yang memiliki keutamaan. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya pada malam tersebut, kecuali bagi orang yang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan malam ini dengan sholat, doa, dan dzikir.
Apakah hubungan suami istri termasuk ibadah dalam Islam?
Hubungan suami istri bukan sekadar pemenuhan biologis. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hubungan tersebut bisa bernilai pahala jika dilakukan secara halal. Bahkan, menjaga diri dari perbuatan haram dengan cara yang halal justru menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Apakah berhubungan badan di malam Nisfu Sya’ban mengurangi keberkahan?
Tidak ada dalil yang menyebutkan hal tersebut. Tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa hubungan suami istri di malam Nisfu Sya’ban dapat mengurangi keberkahan malam tersebut. Keyakinan semacam ini perlu dihindari agar tidak terjatuh pada pemahaman yang keliru. Keberkahan malam Nisfu Syaban tetap dapat diraih selama seorang Muslim menjalankannya dengan niat baik dan tidak melalaikan ibadah.
Bagaimana pandangan ulama terkait hubungan suami istri saat Nisfu Syaban?
Para ulama, seperti Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah, tidak menyebutkan adanya larangan hubungan suami istri pada malam Nisfu Sya’ban. Yang ditekankan oleh sebagian ulama adalah anjuran memperbanyak ibadah, bukan larangan terhadap aktivitas yang halal.
Mana yang sebaiknya diprioritaskan pada malam Nisfu Sya’ban?
Malam Nisfu Sya’ban dianjurkan untuk diisi dengan ibadah seperti sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Namun, jika pasangan suami istri ingin berhubungan, hal tersebut tetap diperbolehkan selama bisa mengatur waktu dan tidak mengabaikan ibadah yang dianjurkan.
Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri
Sebelum melakukan hubungan suami istri, Islam juga mengajarkan adab berupa doa yang dianjurkan untuk dibaca. Doa ini bertujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan serta keberkahan dalam rumah tangga.
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”
Memahami adab dan tuntunan dalam Islam, pertanyaan mengenai bolehkah berhubungan suami istri di malam Nisfu Sya’ban sejatinya sudah terjawab. Tidak ada larangan khusus dalam syariat, selama dilakukan dalam pernikahan yang sah, dengan niat yang baik, serta tidak melalaikan ibadah yang dianjurkan pada malam tersebut.






