Hari Kavaleri TNI AD 9 Februari: Sejarah, Peran, dan Fakta Menarik [Giok4D Resmi]

Posted on

Denpasar

Hari Kavaleri TNI Angkatan Darat diperingati setiap tanggal 9 Februari. Peringatan ini sebagai penghormatan atas peran dan pengabdian pasukan Kavaleri dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kecabangan Kavaleri menjadi salah satu kecabangan di TNI. Pasukan ini dikenal sebagai tentara yang menggunakan kendaraan sebagai alat tempurnya.

Kecabangan Kavaleri telah berusia 76 tahun. Hari Kavaleri TNI ditetapkan sejak Jenderal A.H. Nasution meneken Surat Keputusan KSAD Nomor 5/KSAD/PNPT/50 tanggal 9 Februari 1950.

Kavaleri menjadi salah satu pasukan elite di pertempuran masa lalu. Tidak sembarang prajurit bisa bergabung dengan pasukan Kavaleri. Simak sejarah tentang pasukan kavaleri!

Bagaimana Sejarah Pasukan Kavaleri?

Nama Kavaleri diambil dari Bahasa Perancis, cavalerie yang artinya pasukan berkuda. Kuda telah digunakan sebagai salah bantuan mobilitas dalam peperangan. Prajurit berkuda biasanya juga dibekali dengan senjata semacam pedang atau panah.

Pada masa lampau, yang bisa tergabung dalam pasukan Kavaleri adalah kaum atas seperti petinggi kerajaan, bangsawan, tuan tanah, dan para ksatria yang mampu memiliki kuda. Seiring perkembangan teknologi, keberadaan kuda tergantikan oleh kehadiran kendaraan tempur semacam tank dan panser.

Di Indonesia, pasukan Kavaleri muncul dari pertempuran November 1945. Pertempuran legendaris yang dikenang sebagai Hari Pahlawan ini berhasil memberi rampasan tank dari sekutu. Kelak, Soebiantoro muda yang terlibat dalam pertempuran itu akan menjadi Komandan Pusat Persenjataan Kavaleri atau Danpussenkav.

Apa Peran Pasukan Kavaleri?

Dengan bantuan kuda atau kendaraan tempur, Kavaleri menjadi pasukan yang fleksibel dalam bergerak di peperangan. Pada masa Yunani Kuno, legiun Kavaleri mampu menghantam benteng pertahanan musuh dengan efektif. Bangsa Mongolia memanfaatkan pasukan Kavaleri untuk melakukan serangan hit n run atau gerilya.

Pada masa peperangan modern terutama saat Perang Dunia II, Kavaleri menjadi pasukan yang berhasil menyelamatkan legiun infantri yang terjebak. Catatan sejarah menyebutkan saat pasukan Sekutu terdesak sekitar Bulan Desember 1944, satuan Tank dari US 3rd Army berhasil menerobos pasukan Jerman.

Kecanggihan teknologi militer sedikit meminggirkan peran Kavaleri. Helikopter tempur menjadi alat tempur yang lebih efektif dan mematikan karena kemampuan pengamatan dan serangan dari udara sehingga menjangkau area yang lebih luas. Meski begitu pasukan Kavaleri tetap eksis dan dipertahankan. TNI-AD memiliki Pusat Kesenjataan Kavaleri/Pussenkav sebagai badan yang menaungi pasukan Kavaleri di bawah Kasad.

Kecabangan Kavaleri TNI-AD

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Sejak 1950, telah berdiri kecabangan Kavaleri yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn) K.P.H. Soerjo Soejarso yang saat itu berpangkat Letkol. Kavaleri telah berkembang dan menambah kualitas SDM. Kini Kavaleri telah memiliki 14 Batalyon Kavaleri AD, dan 9 Batalyon Kavaleri Marinir.

Tidak seperti saudaranya, Batalyon Kavaleri tidak dihitung dari jumlah personel tetapi dari jumlah kendaraan tempur yang dimiliki. Satu peleton di batalyon lingkup Kostrad bisa memiliki 3 tank FV 101 Scorpion dan 1 tank Stormer APC.

Tiga peleton Kavaleri membentuk satu kompi dan tiga kompi dapat membentuk satu batalyon. Kavaleri Marinir memiliki kendaraan tempur lapis baja yang bersifat amfibi, bisa melintasi medan darat dan air sekaligus.