Hampir Sepekan, Jenazah WN Kanada Telantar di Labuan Bajo

Posted on

Manggarai Barat

Sudah hampir sepekan, jenazah warga negara (WN) Kanada inisial ML masih disimpan di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Belum ada keluarga maupun perwakilan Kedutan Besar (Kedubes) Kanada yang datang mengurus jasad pria asing itu.

ML ditemukan tewas dengan leher terjerat tali di salah satu kamar Hotel Greenhill Labuan Bajo, pada 13 Februari lalu. Pria yang diduga mantan anggota militer di negaranya itu baru tiba di Labuan Bajo sehari sebelumnya. Polisi menduga ML tewas akibat bunuh diri.

“Belum ada (perwakilan Kedubes Kanada) yang datang, hanya kordinasi lewat WA (WhatsApp),” ujar Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Selasa (17/2/2026).

Lufthi mengatakan pihak kepolisian dibantu Kedubes Kanada sudah menghubungi nomor kontak darurat (emergency contact) yang ditinggalkan ML di kamar hotel. Nomor kontak darurat itu terhubung dengan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri ML.

“Sudah terhubung dengan emergency contact-nya, tapi belum ada info lagi keluarganya mau datang. Dia mengaku sebagai istrinya, tapi belum bisa dipastikan istri sah atau tidak karena hanya komunikasi via WhatsApp,” jelas Lufthi.

Lufthi menolak menanggapi pertanyaan terkait hasil komunikasi dengan perempuan yang mengaku sebagai istri ML tersebut. Termasuk perkembangan penyelidikan terkait kematian ML.

Diberitakan sebelumnya, mayat ML ditemukan dalam posisi duduk bersandar di dinding kamar hotel, persis di samping lemari kayu pada Jumat (13/2) sore. Lehernya terjerat tali. Ujung tali terikat di kayu penyangga lemari.

ML diketahui menginap seorang diri di hotel tersebut. Jenazahnya ditemukan pertama kali oleh pegawai hotel. Polisi menemukan sejumlah dokumen di kamar hotel tersebut. Termasuk kartu anggota angkatan bersenjata Kanada (Canadian Armed Force), lencana Polisi Militer Kanada, kartu Polisi Militer Kanada.