Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), naik status dari Level III (Siaga) ke level IV (Awas) di Tahun Baru, Kamis (1/1/2025) pukul 18.00 Wita.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami peningkatan aktivitas sejak 31 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 18.00 Wita. Terekam sebanyak 122 kali gempa vulkanis dalam.
“Kenaikan gempa ini menunjukkan adanya suplai magma baru yang cukup besar dan bergerak cepat menuju permukaan, Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya erupsi,” kata Lana Saria dalam keterangan resmi yang diterima infoBali.
Lana mengatakan tercatat 1 kali gempa guguran, 11 kali gempa embusan, 4 kali gempa harmonik, 204 kali tremor non harmonik, 5 kali gempa low frekuensi, 115 gempa vulkanis, 15 tektonik Lokal, dan 53 kali gempa tektonik jauh dalam pada periode ini 23-31 Desember 2025. “Erupsi terakhir tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 Wita,” imbuhnya.
Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, aktivitas Lewotobi Laki-laki mulai menunjukkan tren kenaikan pada satu minggu terakhir. Menurut Lana, data deformasi dari tiltmeter menunjukkan pola inflasi yang signifikan pada rentang waktu yang singkat yang mengindikasikan adanya pergerakan magma yang memengaruhi permukaan pada tubuh gunung api.
Sementara itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) mulai menunjukkan pola inflasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir. Namun, dalam tiga hari terakhir terpantau mengalami kenaikan. “Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan,” ujar Lana.
Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tergolong masih tinggi. “Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas),” jelas Lana.
Lana mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer (km) dari pusat erupsi serta 7 km sektoral pada arah barat laut-timur laut. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana juga diimbau agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanio Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya hingga Nurabelen.
“Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan,” pinta Lana.






