Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus sebanyak 162 kali dalam semalam. Letusan disertai lontaran material pijar itu terjadi dalam rentang waktu pukul 06.00-00.00 Wita pada Kamis (8/1/2026).
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, mengungkapkan letusan disertai asap putih dan kelabu terpantau memiliki ketinggian 100-200 meter di atas kawah. Amplitudo letusan tercatat 15,6-34,2 milimeter dan durasi 40-50 info.
“Erupsi disertai dengan lontaran material pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran material pijar dalam radius kawah,” kata Yeremias Kristianto dalam laporan resmi yang diterima infoBali, Jumat (9/1/2025).
Yeremias mengatakan erupsi kali ini disertai embusan dari kawah sebanyak 296 kali dengan amplitudo 7,8-18,3 milimeter dan durasi 23-60 info. Selain itu, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga mengalami tremor nonharmonik sebanyak 102 kali.
“Vulkanik dangkal satu kali dengan amplitudo 9,7 milimeter dan durasi sembulan info,” imbuhnya.
Yeremias mengimbau warga maupun pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Kemudian, sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman bahaya guguran atau longsoran lava awan panas pada sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok. Meski begitu, Yeremias meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah gunung.
“Suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi,” pungkasnya.






