Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mempunyai destinasi wisata bernama Gumbang Ganang. Gumbang Ganang merupakan destinasi wisata air dengan panorama alam berupa kawasan hutan dan perbukitan. Deretan pohon purba menjulang tinggi menaungi danau di bawahnya sehingga menambah suasana tenang dan sejuk ketika berada di tempat tersebut.
Wisata Air Gumbang Ganang berada di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Jika dari Selong, perjalanan ke Gumbang Ganang membutuhkan waktu sekitar dua jam. Pengunjung akan disambut dengan indahnya pemandangan persawahan milik warga ketika memasuki destinasi wisata ini.
Danau di Gumbang Ganang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gumbang Ganang, Deri Miswara Aria, mengungkapkan danau ini dijaga kelestariannya. Pokdarwis Gumbang Ganang bahkan tak menambahkan apa pun di danau tersebut, kecuali spot foto.
“Cuma kita tambahkan spot foto saja karena sekitarnya memiliki pemandangan yang indah. Pemandangan alam di sini memang sudah bagus, tidak perlu terlalu banyak dipoles,” terang Deri saat ditemui infoBali, Minggu (11/1/2025).
Di sekitar danau, terdapat pepohonan yang cukup rimbun. Terlebih, pohon-pohon yang tumbuh di sekitar danau ini merupakan pohon-pohon purba yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Walhasil, pohon-pohon ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Kunjungan ke wisata Gumbang Ganang selalu ramai, terutama pada akhir pekan dan libur sekolah. “Biasanya hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari libur banyak kunjungan. Tetapi kalau hari biasa tidak terlalu ramai, namun ada saja yang datang,” imbuh Deri.
Selain wisatawan lokal, turis mancanegara juga banyak berkunjung ke Gumbang Ganang. Bahkan, wisatawan mancanegara banyak yang menginap di rumah warga dan mengikuti berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat setempat.
“Kalau di sini memang paling menarik pemandangannya sangat indah, terutama di sekitar Danau Gumbang Ganang, bahkan pemandangan di Gumbang Ganang ini viral di media sosial,” terang Deri.
Menikmati wisata di Gumbang Ganang tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Pengunjung cukup membayar tiket masuk hanya Rp 5 ribu per orang, baik anak-anak maupun dewasa. Tiket ini sudah termasuk biaya parkir. Namun, untuk menikmati wahana lain, pengunjung perlu mengeluarkan biaya yang bervariasi tergantung jenisnya.
“Misalnya kalau wahana perahu biasa dan perahu bebek disewa Rp 5 ribu untuk anak-anak dan orang dewasa Rp10 ribu. Kemudian, wahana kereta api Rp10 ribu untuk anak-anak dan Rp15 ribu untuk orang dewasa,” beber Deri.
Harun, Kepala Desa Obel-Obel, menuturkan pengembangan wisata Danau Gumbang Ganang ini pertama kali diinisiasi oleh para pemuda di sana yang ingin mengembangkan potensi desa.
“Setelah pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kami kemudian melakukan sosialisasi dan pertemuan kepada kelompok, komunitas masyarakat terkait untuk pengembangan wisata ini,” kata Harun.
Setelah pembentukan Pokdarwis, desa kemudian bermusyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan lembaga desa untuk membuat akses jalan masuk ke destinasi wisata. Jalan masuk ke Gumbang Ganang sebelumnya memang agak sulit. Akses jalan menuju wisata ini merupakan lahan persawahan milik warga.
“Alhamdulillah setelah kami memberikan bayangan, gambaran, pemahaman, masyarakat kemudian memberikan izin karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tutur Harun.
Wisata Gumbang Ganang ini dikelola oleh pokdarwis yang merupakan salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Obel-Obel. Sehingga, desa memberikan suntikan dana melalui Dana Desa dengan harapan pengembangan wisata ini dapat meningkatkan ekonomi desa.
Pengelolaan destinasi wisata ini, tutur Harun, bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebanyak Rp 20 juta per tahun. Sehingga, Pemerintah Desa (Pemdes) Obel-Obel berkomitmen untuk terus mengembangkan wisata Gumbang Ganang.
Harun, Kepala Desa Obel-Obel, menuturkan pengembangan wisata Danau Gumbang Ganang ini pertama kali diinisiasi oleh para pemuda di sana yang ingin mengembangkan potensi desa.
“Setelah pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kami kemudian melakukan sosialisasi dan pertemuan kepada kelompok, komunitas masyarakat terkait untuk pengembangan wisata ini,” kata Harun.
Setelah pembentukan Pokdarwis, desa kemudian bermusyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan lembaga desa untuk membuat akses jalan masuk ke destinasi wisata. Jalan masuk ke Gumbang Ganang sebelumnya memang agak sulit. Akses jalan menuju wisata ini merupakan lahan persawahan milik warga.
“Alhamdulillah setelah kami memberikan bayangan, gambaran, pemahaman, masyarakat kemudian memberikan izin karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” tutur Harun.
Wisata Gumbang Ganang ini dikelola oleh pokdarwis yang merupakan salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Obel-Obel. Sehingga, desa memberikan suntikan dana melalui Dana Desa dengan harapan pengembangan wisata ini dapat meningkatkan ekonomi desa.
Pengelolaan destinasi wisata ini, tutur Harun, bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebanyak Rp 20 juta per tahun. Sehingga, Pemerintah Desa (Pemdes) Obel-Obel berkomitmen untuk terus mengembangkan wisata Gumbang Ganang.






