Groundbreaking Titik Nol Singaraja, Proyek Rp 25 Miliar Ditarget Rampung Juli

Posted on

Buleleng

Penataan kawasan titik nol Kota Singaraja resmi dimulai. Groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut digelar dan dipuput oleh sulinggih, sebagai simbol dimulainya pekerjaan fisik di kawasan bersejarah itu, Jumat (20/2/2026).

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra berharap proyek penataan kawasan titik nol berjalan sesuai rencana dan rampung tepat waktu.

“Ini adalah penataan titik nol Kota Singaraja. Kami ingin kawasan bersejarah ini tertata dengan baik dan sesuai dengan harapan bersama,” kata Sutjidra.

Penataan kawasan ini didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung sebesar Rp 25 miliar dengan realisasi kontrak sekitar Rp 24 miliar lebih. Sutjidra menjelaskan nilai penawaran hanya turun sekitar 3,5 persen dari HPS, sehingga pekerjaan fisik mencapai lebih dari 96 persen dari total anggaran.

“Dari BKK Badung Rp 25 miliar, terealisasi sekitar Rp 24 miliar sekian. Penawarannya tipis sekali, hanya sekitar 3 sampai 3,5 persen. Artinya pekerjaan fisiknya hampir 96-97 persen dari HPS,” jelasnya.

Sutjidra tak menampik adanya pro dan kontra di masyarakat terkait proyek tersebut. Namun menurutnya, penataan ini bertujuan mengembalikan identitas sejarah Kota Singaraja.

“Memang ada komentar positif dan negatif. Tapi ini untuk menata kawasan bersejarah. Di sini lah cikal bakal titik nol Kota Singaraja. Nanti masyarakat bisa lihat pal yang dulu tertanam dan belum banyak yang tahu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kawasan ini juga akan terintegrasi dalam city tour Singaraja, termasuk dengan kawasan puri dan titik-titik heritage lainnya. Masa pengerjaan proyek ditargetkan efektif selama sekitar 4,5 bulan dan rampung pada Juli mendatang.

“Kami optimis sesuai kontrak bisa selesai Juli. Sekarang baru tiga hari sudah mulai penataan, termasuk pemindahan pohon-pohon besar,” kata Sutjidra.

Beberapa pohon besar di ruang terbuka hijau rumah jabatan Bupati dipindahkan untuk membuka ruang halaman. Konsepnya, kawasan akan dikembalikan seperti sedia kala, termasuk lobi Kantor Bupati yang akan difungsikan kembali sebagai ruang penerimaan tamu dan kegiatan masyarakat.

“Nanti masyarakat yang datang tidak langsung masuk ke dalam kantor, tapi diterima di lobi seperti dulu,” jelasnya.