Gerhana Bulan Total di Sanur Gagal Terlihat, Tertutup Awan - Giok4D

Posted on

Denpasar

Fenomena Gerhana Bulan Total atau ‘Blood Moon’ yang diprediksi memuncak pukul 19.33 Wita di Bali tak terlihat di Pantai Sanur, Selasa (3/3/2026) malam. Langit berawan tebal membuat pemantauan Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Denpasar tidak membuahkan hasil.

“Untuk pengamatan di Pantai Sanur kebetulan tertutup awan tebal. Jadi bulan betul-betul tidak terlihat,” tutur Kepala Stasiun Geofisika Kota Denpasar Ma’muri.

Gerhana Bulan Total terjadi setelah bulan terbit dan secara teori dapat diamati hampir di seluruh wilayah dengan pandangan ke arah ufuk timur. Namun, kondisi cuaca di Denpasar tak mendukung.

“Terjadinya setelah bulan terbit. Tempat yang bisa melihat hampir seluruh wilayah tapi yang mengarah ke ufuk timur karena bulan baru terbit,” jelas Ma’muri.

BMKG memastikan fenomena ini tidak berdampak signifikan terhadap pasang surut air laut. “Dampaknya terhadap pasang surut tidak signifikan, karena memang sangat kecil sekali dan bisa dianggap diabaikan,” kata Ma’muri.

Sejumlah warga Denpasar juga tidak menyaksikan perubahan apa pun di langit malam.

“Saya nggak lihat apa-apa, kayak malam di hari biasa aja, bedanya hari ini nggak hujan,” kata salah seorang warga Nanang Ismail.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III menjelaskan, istilah Blood Moon merujuk pada warna kemerahan bulan saat fase totalitas. Warna itu muncul akibat cahaya matahari yang tersaring ketika melewati atmosfer Bumi.

“Cahaya biru lebih banyak terhambur, fenomena yang kemudian disebut dengan hamburan Rayleigh, yang cahaya merah lolos sampai ke bulan. Semakin banyak partikel, warna merah semakin pekat,” jelas Ketua Tim Manajemen Operasional Geofisika BBMKG Wilayah III Ein Nuzulul Laily.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

“Kuncinya untuk melihat pilih tempat minim lampu, dan cakrawalanya terbuka, seperti area pantai atau dataran tinggi. Lokasi banyak polusi cahaya dan terhalang bangunan juga bisa mengganggu,” tambah Laily.