Denpasar –
Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak oleh Polri di seluruh Indonesia resmi dilaksanakan di Bali. Kegiatan berlangsung di kantor Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Bali, Jumat (13/3/2026) pagi.
Gerakan Pangan Murah dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali, Brigjen Made Astawa, beserta jajaran, para pejabat Perum Bulog Kanwil Bali, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang momentum hari besar keagamaan.
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Bali, Kombes Suwandi Prihantoro, mengatakan Gerakan Pangan Murah kali ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan sejak 2025.
“Untuk sementara hari ini adalah launching-nya, dan ke depan kami akan terus melihat kondisi di Bali maupun tempat-tempat lain di mana masyarakat membutuhkan bantuan pangan ini,” ujar Suwandi.
Suwandi menjelaskan Gerakan Pangan Murah bertujuan membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok menjelang ibadah di bulan Ramadan, sekaligus menghadapi perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah Bali, serta mendukung program pemerintah dalam pengendalian inflasi daerah. Melalui kegiatan ini, Polri juga ingin meningkatkan kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.
Gerakan Pangan Murah tahun ini digelar serentak di 10 titik lokasi wilayah jajaran Polda Bali. Total sebanyak 16 ton bahan pokok disalurkan dengan target penerima manfaat mencapai 3.700 orang.
Adapun komoditas yang didistribusikan dalam kegiatan tersebut antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium Punokawan, gula Manis Kita, minyak goreng MinyaKita, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit merah hingga telur ayam ras.
Beras di Gerakan Pangan Murah dijual dengan harga Rp 57 ribu per kantong atau sekitar Rp 11.500 per kilogram (kg), lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Harga di sini dipastikan jauh lebih murah dari harga di pasar. Kepada warga, masih ada beberapa hari lagi sebelum libur panjang untuk pemenuhan kebutuhan pokok ini,” imbuh Suwandi.
Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang rangkaian hari besar keagamaan yang akan datang.
