Gelar RUPS, Jamkrida Bali Catat Laba Bersih Rp 8,7 Miliar pada 2025

Posted on

Denpasar

PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/3/2026). Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2025, tercatat laba bersih sebesar Rp 8,77 miliar.

Direktur Keuangan PT Jamkrida Bali Mandara, Agus Adi Sana Putra menuturkan angka tersebut meningkat 32,43 persen dari target realisasi yang ditetapkan.

“Peningkatan laba dan aset ini mencerminkan strategi bisnis yang ekspansif namun tetap prudent sesuai dengan ketentuan penjaminan yang berlaku. Kepercayaan dari lembaga keuangan terhadap kapasitas penjaminan Jamkrida Bali menjadi faktor penting dalam pertumbuhan kinerja perusahaan,” jelas Agus, Selasa.

Sementara itu, total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp 588,46 miliar atau tumbuh sekitar 19,32 persen secara tahunan.

Dalam RUPS tersebut, manajemen juga memaparkan rencana bisnis lima tahun ke depan yang difokuskan pada penguatan kapasitas usaha dan pengembangan layanan penjaminan.

Beberapa strategi utama yang akan dijalankan antara lain pengembangan produk penjaminan baru, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi teknologi informasi, penguatan manajemen risiko, serta perluasan kerja sama dengan lembaga keuangan nasional.

Direktur Bisnis Jamkrida Bali Mandara, I Made Gde Budi Dwipayana menambahkan pada tahun 2025 perseroda mencatat pertumbuhan positif baik dari sisi bisnis dan keuangan.

Total plafon penjaminan yang terealisasi mencapai lebih dari Rp 8,31 triliun. Secara kumulatif sejak berdiri pada tahun 2011, total plafon penjaminan yang telah dijamin mencapai Rp 54,71 triliun dengan jumlah pelaku usaha yang memperoleh penjaminan sebanyak 771.022 terjamin.

“Pertumbuhan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Jamkrida Bali dengan lembaga keuangan serta para pelaku usaha di Provinsi Bali. Saat ini kami terus mendorong inovasi produk penjaminan dan peningkatan pelayanan agar dapat menjawab kebutuhan pembiayaan yang semakin dinamis,” ujar Budi.

Sementara itu, Dirut PT Jamkrida Bali Mandara Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana menyampaikan optimistisnya untuk memperluas peran di industri penjaminan nasional.

“Target ke depan, Jamkrida Bali tidak hanya berperan sebagai lembaga penjamin daerah, tetapi juga diproyeksikan menjadi perusahaan penjaminan yang mampu bersaing secara nasional. Dengan dukungan pemegang saham dan seluruh stakeholder, kami optimistis target tersebut dapat diwujudkan,” jelas Adhi.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi adanya pertumbuhan positif di Jamkrida Bali. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan berbagai produk penjaminan yang dimiliki Jamkrida Bali, termasuk penjaminan kredit, surety bond, serta kontra bank garansi.

“Optimalisasi produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk dan usaha asli Bali yang secara langsung berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian Provinsi Bali,” ujar Koster.

Sebagai informasi, RUPS dipimpin oleh Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda), Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, dan dihadiri oleh para pemegang saham yang terdiri dari Gubernur Bali, Bupati Badung, Bupati Karangasem, Bupati Klungkung, Wakil Wali Kota Denpasar, Wakil Bupati Tabanan, Wakil Bupati Jembrana, Pemerintah Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Asisten II, Pemerintah Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Asisten II, dan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang diwakili oleh Asisten I. Turut hadir pula Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Provinsi Bali.