Badung –
Fenomena bernama Sun Halo atau Halo Matahari muncul di langit Ungasan, Badung, Bali pada Minggu (1/2/2026). Balai Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengatakan bahwa fenomena ini bukanlah gerhana matahari.
“Ini bukan gerhana matahari, melainkan fenomena optik atmosfer yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh kristal es di awan tinggi,” jelas Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Riski Dwi Saputro, Minggu.
Riski menjelaskan fenomena ini dipicu oleh adanya awan Cirrus yang berada di ketinggian sekitar 5-10 kilometer.
“Awan ini sangat dingin dan mengandung kristal es berbentuk prisma segi enam atau heksagonal. Saat cahaya matahari melewati kristal es ini, cahaya dibiaskan pada sudut tertentu biasanya 22 derajat. Sehingga membentuk lingkaran cahaya pelangi di sekitar matahari,” jelas Riski.
Ia menyampaikan fenomena ini cukup sering terjadi, namun tidak selalu terlihat jelas karena bergantung pada ketebalan awan Cirrus dan posisi matahari.
“Di wilayah tropis seperti Bali, fenomena ini bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun, terutama saat masa transisi musim atau ketika atmosfer atas sedang lembab,” pungkas Riski.






