Flores Timur –
Fenomena awan unik terjadi di puncak Gunung Ile Lewotolok, Kamis (29/1/2026) sore. Bentuknya menarik warga sekitar beramai-ramai mengabadikan momen langkah tersebut.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, Yuliana Elisabet Parera, menjelaskan awan yang terjadi di puncak gunung Ile Lewotolok itu adalah awan lentikular atau lenticularis, sebuah fenomena atmosfer yang menyebabkan awan berbentuk seperti piringan, cakram, atau topi yang melingkar di atas puncak gunung.
Yuliana mengatakan, awan lentikular biasanya terjadi karena angin kencang bertiup melintasi pegunungan sehingga menciptakan gelombang udara di sisi bawah angin (lee wave).
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Udara yang naik mendingin hingga mencapai titik embun membentuk awan berbentuk unik,” imbuhnya.
Yuliana menjelaskan fenomena awan lentikular biasanya cenderung statis atau diam di tempat. Awan itu tidak bergerak mengikuti angin.
Ia menyebut meski awan itu indah dan sering difoto, awan lentikular menandakan adanya angin kencang dan turbulensi di sekitar puncak gunung.
Yuliana mengingatkan para pendaki gunung. Menurutnya, awan lentikular dapat menjadi pertanda cuaca buruk yang menyebabkan hipotermia bagi pendaki.
“Untuk penerbangan, awan ini menandakan turbulensi berbahaya. Fenomena awan ini sering terjadi saat musim panas atau musim peralihan. Dan awan lentikular tidak berhubungan dengan aktivitas gunung berapi atau gempa,” tandasnya.






