Pencarian hari ke-10 korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di selat Pulau Padar membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Fernando Martin Carreras, pelatih sepakbola tim B wanita Valencia CF, Minggu (4/1/2026) pagi.
Operasi pencarian yang sehatinya akan diakhiri kemarin, akhirnya dilanjutkan hingga Rabu (7/1/2026). Hingga Minggu malam, dua jenazah yang merupakan anak Fernando belum ditemukan. Berikut fakta-fakta penemuan jenazah Fernando.
Basarnas Umumkan Hasil Identifikasi
Saat jenazah ditemukan pertama kali, belum langsung dipastikan jika itu jenazah Fernando, meski ciri-cirinya mengarah ke sana. Pada sore hari, baru Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengumumkan identitas jenazah.
Sebelum itu, jenazah pria berusia 44 tahun itu telah diidentifikasi tim dokter Polri dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo.
“Dari hasil identifikasi yang telah dilaksanakan oleh kepolisian dan RSUD Labuan Bajo dapat kami sampaikan bahwa memang betul itu adalah salah satu dari korban yang mengalami kapal tenggelam KM Putri Sakinah yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2025,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Posko Operasi SAR, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Minggu sore.
“Dari hasil identifikasi yang disampaikan itu atas nama Martin Carreras Fernando di mana jenis kelamin laki-laki dengan umur 44 tahun,” lanjut dia.
Sebelumnya, pihak keluarga korban juga mengonfirmasi jenazah yang ditemukan itu adalah pelatih Valencia. “Father is found (Fernando yang ditemukan),” kata salah satu keluarga di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Minggu.
Jasad Mengapung Sejauh 2 Km dari Kapal Tenggelam
Fernando ditemukan mengapung tak bernyawa di perairan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Minggu pagi sekitar pukul 08.47 Wita. Lokasi penemuannya sekitar satu nautical mile atau dua kilometer dari kapal tenggelam. Dua anak Fernando belum ditemukan.
Selain jasad Fernando, pencarian hari ini hanya menemukan alat pemadam api ringan (Apar) hingga serpihan kapal tenggelam tersebut.
“Tim menemukan Apar dan serpihan kapal KM Putri sakinah setelah penemuan korban (Fernando) tadi pagi,” kata Fathur, Minggu malam.
Hanya Tersisa Celana Merah di Jasad
Diketahui, jenazah Fernando ditemukan mengambang tanpa baju di permukaan perairan Pulau Rinca. Hanya tersisa celana merah di tubuhnya. Keluarga mengenali pakaian yang tersisa di tubuh jenazah itu milik Fernando.
Jenazah pria 44 tahun itu ditemukan pertama kali oleh kapal KPC 2007 Dit Polairud Polda NTT. Jenazahnya tersebut terombang-ambing di permukaan laut yang tenang. Jenazah ditemukan dalam posisi telungkup. Kedua kakinya terbuka dan tangannya dalam posisi melebar.
Sisir Permukaan Air dengan Sonar
Fathur mengatakan tim SAR kembali berupaya mencari dua anak Fernando setelah jasad sang ayah ditemukan. Pencarian dua anak dilakukan dengan penyisiran di atas permukaan air. Speed GT-01 yang digunakan untuk penyisiran itu dilengkapi sonar system (alat deteksi objek bawah air). Pencarian juga dilakukan dengan penyelaman.
Kedua korban tak ditemukan hingga pencarian ditutup pukul 16.00 Wita. “Hasilnya nihil,” ujar Fathur.
Pencarian dua korban tersisa dilanjutkan hingga tiga hari mendatang, 5-7 Januari. Pencarian berlangsung hingga hari ke-13 sejak korban tenggelam. Masa pencarian itu setelah diperpanjang untuk kedua kalinya. Perpanjangan pertama berlangsung pada 2-4 Januari, setelah tujuh hari pencarian tak menemukan korban.
Fernando dan keluarganya adalah korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah. Satu anak perempuannya berusia 12 tahun ditemukan tak bernyawa pada 29 Desember lalu. Sementara istri dan anak bungsunya berusia 7 tahun selamat dalam insiden nahas itu.
Jasad Mengapung Sejauh 2 Km dari Kapal Tenggelam
Fernando ditemukan mengapung tak bernyawa di perairan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Minggu pagi sekitar pukul 08.47 Wita. Lokasi penemuannya sekitar satu nautical mile atau dua kilometer dari kapal tenggelam. Dua anak Fernando belum ditemukan.
Selain jasad Fernando, pencarian hari ini hanya menemukan alat pemadam api ringan (Apar) hingga serpihan kapal tenggelam tersebut.
“Tim menemukan Apar dan serpihan kapal KM Putri sakinah setelah penemuan korban (Fernando) tadi pagi,” kata Fathur, Minggu malam.
Hanya Tersisa Celana Merah di Jasad
Diketahui, jenazah Fernando ditemukan mengambang tanpa baju di permukaan perairan Pulau Rinca. Hanya tersisa celana merah di tubuhnya. Keluarga mengenali pakaian yang tersisa di tubuh jenazah itu milik Fernando.
Jenazah pria 44 tahun itu ditemukan pertama kali oleh kapal KPC 2007 Dit Polairud Polda NTT. Jenazahnya tersebut terombang-ambing di permukaan laut yang tenang. Jenazah ditemukan dalam posisi telungkup. Kedua kakinya terbuka dan tangannya dalam posisi melebar.
Sisir Permukaan Air dengan Sonar
Fathur mengatakan tim SAR kembali berupaya mencari dua anak Fernando setelah jasad sang ayah ditemukan. Pencarian dua anak dilakukan dengan penyisiran di atas permukaan air. Speed GT-01 yang digunakan untuk penyisiran itu dilengkapi sonar system (alat deteksi objek bawah air). Pencarian juga dilakukan dengan penyelaman.
Kedua korban tak ditemukan hingga pencarian ditutup pukul 16.00 Wita. “Hasilnya nihil,” ujar Fathur.
Pencarian dua korban tersisa dilanjutkan hingga tiga hari mendatang, 5-7 Januari. Pencarian berlangsung hingga hari ke-13 sejak korban tenggelam. Masa pencarian itu setelah diperpanjang untuk kedua kalinya. Perpanjangan pertama berlangsung pada 2-4 Januari, setelah tujuh hari pencarian tak menemukan korban.
Fernando dan keluarganya adalah korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah. Satu anak perempuannya berusia 12 tahun ditemukan tak bernyawa pada 29 Desember lalu. Sementara istri dan anak bungsunya berusia 7 tahun selamat dalam insiden nahas itu.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.






